5 Sunnah Haji Yang Sering Dilupakan Oleh Para Jamaah!

sunnah haji

Absherharamain.id – Seringkali fokus jamaah hanya tertuju pada rukun dan wajib haji saja. Hal ini wajar karena kedua unsur tersebut menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah haji. Namun fokus pada keabsahan semata membuat sunnah – sunnah haji terlupakan begitu saja.

Padahal mengamalkan berbagai sunnah haji tersebut dapat membuat pahala haji menjadi lebih sempurna. Banyak jamaah abai terhadap detail kecil ini karena kurangnya edukasi. Maka dari itu, simak artikel berikut ini sampai akhir! 

Baca Juga: Bagaimana Tata Cara Ibadah Haji  Yang Benar Sesuai Syariat?

Apa Itu Sunnah Haji?

Sunnah haji merupakan amalan dalam rangkaian ibadah yang mendatangkan pahala apabila dikerjakan. Meninggalkan anjuran ini memang tidak membatalkan keabsahan haji ataupun mengharuskan jamaah membayar denda. Oleh sebab itu, banyak orang sering menganggap remeh sunnah haji ini karena merasa tidak ada konsekuensi yang berarti.

Padahal pengabaian terhadap amalan sunnah ini sebenarnya mendatangkan kerugian besar bagi setiap jamaah. Kesempatan untuk melakukan amalan sunnah Nabi di Tanah Suci yang sifatnya terbatas dan langka terbuang sia-sia. Melewatkan satu amalan sunnah ini berarti jamaah kehilangan peluang emasnya untuk menyempurnakan pahala ibadah.

Sunnah-Sunnah Haji Yang Sering Dilupakan Jamaah

Kondisi fisik lelah dan kerumunan massa sering membuat jamaah mengabaikan hal ini. Banyak orang memilih segera menyelesaikan ritual inti untuk menghindari kepadatan di area masjid. Berikut adalah rincian sunnah haji yang kerap terlupakan oleh banyak jamaah berikut ini.

1. Mandi Sebelum Berihram

Sunnah haji yang pertama adalah mandi sebelum melaksanakan ihram. Mandi besar menjadi anjuran utama sebelum jemaah melafalkan niat ihram di miqat. Aktivitas ini berfungsi membersihkan badan dan memberi kesegaran sebelum memasuki masa ihram. 

Hal ini merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit r.a:

رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَجَرَّدَ لِإِهْلَالِهِ وَاغْتَسَلَ

Aku melihat Nabi SAW melepas pakaiannya untuk memulai ihram dan beliau mandi. (HR. Tirmidzi No. 830)

Banyak jamaah melewatkan prosesi ini karena keterbatasan fasilitas kamar mandi di lokasi miqat. Jamaah cenderung hanya berwudhu atau bahkan langsung mengenakan pakaian ihram karena terburu-buru mengejar jadwal keberangkatan bus.

2. Melakukan Haji Ifrad

sunnah haji

Sunnah haji yang kedua adalah melaksanakan haji dengan cara Ifrad. Haji ifrad adalah proses pelaksanaan ibadah haji yang mendahulukan rangkaian haji secara terpisah sebelum melakukan umroh. 

Jamaah mulai berihram dari miqat dengan niat haji lalu melakukan tawaf qudum saat tiba. Status ihram tetap terjaga tanpa tahallul sampai seluruh rangkaian selesai pada tanggal 10 Zulhijjah.

Keunggulan haji ifrad ini adalah tidak adanya kewajiban membayar dam atau denda. Banyak ulama menganjurkan metode ini karena meniru tata cara haji Rasulullah SAW secara langsung. Pilihan ini sesuai bagi jemaah yang ingin menetap di sekitar Mekkah sejak awal kedatangan.

Durasi status ihram yang lebih lama dibandingkan haji dengan cara lain, haji ifrad menuntut kedisiplinan yang tinggi bagi jamaahnya. Jamaah asal Indonesia seringkali kesulitan melaksanakan haji Ifrad karena faktor jadwal kedatangan. 

Sebagian besar jamaah sudah mendarat di Tanah Suci berminggu-minggu sebelum puncak haji di Arafah. Menjaga larangan ihram dalam waktu selama itu tentu menuntut kedisiplinan dan kekuatan fisik yang luar biasa.

Mayoritas jamaah akhirnya memilih haji Tamattu yang memperbolehkan tahallul untuk melepas status ihram setelah umrah selesai. Pilihan ini memberikan kebebasan berpakaian dan beraktivitas normal sambil menunggu hari Tarwiyah tiba.

3. Membaca Talbiyah

Sunnah haji yang ketiga adalah memperbanyak membaca talbiyah. Membaca talbiyah merupakan anjuran untuk para jamaah sejak mulai berihram hingga saat melempar jumrah aqabah. Kalimat ini diucapkan sebagai bentuk pemenuhan panggilan Allah oleh setiap jamaah. Suara sebaiknya dikeraskan bagi laki-laki, sedangkan untuk jamaah perempuan cukup untuk didengar diri sendiri bagi.

Pengulangan kalimat talbiyah secara konsisten dapat menjaga fokus jamaah selama perjalanan menuju lokasi satu dengan lokasi lainnya. Namun sayangnya banyak jamaah sering berhenti melafalkannya karena merasa lelah atau malah terlalu banyak mengobrol dengan jamaah lainnya. Padahal bacaan talbiyah ini menjadi identitas utama seorang jamaah yang sedang menjalankan ibadah haji.

4. Thawaf Qudum

sunnah haji

Sunnah haji yang keempat adalah melaksanakan thawaf qudum. Thawaf qudum adalah thawaf pertama yang dilakukan oleh jamaah saat pertama kali tiba di Mekkah sebagai bentuk penghormatan terhadap Ka’bah. 

Thawaf ini sangat dianjurkan bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji ifrad maupun qiran. Pelaksanaannya dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran sebelum menuju tempat menginap.

Terdapat ketentuan khusus bagi laki-laki berupa lari-lari kecil atau raml pada tiga putaran pertama. Selain itu jamaah juga disunnahkan melakukan idhtiba yakni membuka bahu kanan selama proses thawaf berlangsung. Cara ini dilakukan dengan melilitkan kain ihram di bawah ketiak kanan dan menyampirkannya ke bahu kiri.

Banyak orang melewatkan prosesi ini karena merasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh. Fokus jamaah seringkali langsung teralihkan untuk segera beristirahat di hotel atau mengurus barang bawaan. 

5. Shalat Sunnah Thawaf

sunnah haji

Sunnah haji yang terakhir adalah shalat sunnah dua rakaat seusai melakukan thawaf. Jadi, Setelah menyelesaikan tujuh putaran, jamaah dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. Lokasi utama untuk mengerjakannya berada di Maqam Ibrahim. Namun, jika kondisinya tidak memungkinkan karena sangat padat, shalat bisa dilakukan di mana saja dalam Masjidil Haram.

Rakaat pertama disunnahkan membaca surat Al-Kafirun dan rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas. Ketentuan ini mengikuti tuntunan Rasulullah yang selalu menyempatkan doa setelah thawaf selesai. 

Sayangnya, banyak orang terburu-buru menuju tempat Sa’i sehingga lupa berhenti sejenak untuk bersujud. Padahal ketenangan setelah gerakan thawaf dapat membantu jamaah memulihkan energi sebelum kembali berjalan jauh. 

Minum air zam-zam setelah shalat juga menjadi pelengkap yang tidak boleh terlewatkan. Jamaah sebaiknya berdoa sambil menghadap kiblat saat membasahi tenggorokan dengan air suci tersebut. Keseluruhan sunnah haji ini menambah kesempurnaan pahala dalam setiap rangkaian ibadah haji. 

Baca Juga: Dijamin Mudah! Ini Cara Daftar Haji Reguler Terbaru 2026

Fokus Saja Untuk Berhaji dan Serahkan Sisanya Pada Absher Haramain

Beberapa sunnah haji yang mulai sering ditinggalkan oleh jamaah antara lain mulai dari mandi sebelum ihram, melakukan haji secara ifrad, memperbanyak membaca talbiyah, melakukan tawaf qudum hingga shalat sunnah thawaf dua rakaat di maqam Ibrahim. Melaksanakan sunnah ibadah ini menjadikan pahala ibadah haji menjadi jauh lebih sempurna. Pengabaian terhadap sunnah haji ini biasanya terjadi akibat kelelahan fisik atau kurangnya edukasi. 

Namun, kendala teknis yang melelahkan seringkali memecah fokus jamaah saat ingin mengejar kesempurnaan pahala ibadah haji ini. Jika Anda ingin beribadah secara tenang tanpa harus memikirkan urusan koper, transportasi, atau kerumitan check-in hotel, Layanan Handling Profesional dari Absher Haramain bisa menjadi solusi terbaik. 

Kami akan memastikan memberikan penanganan total kepada para  jamaah sejak mendarat di bandara hingga kepulangan ke tanah air. Tim lapangan kami juga memastikan kelancaran setiap prosesi beserta proses ziarah dan city tour agar setiap momen di Tanah Suci dapat dimanfaatkan untuk mengamalkan sunnah haji secara optimal.

Segera pastikan kenyamanan perjalanan ibadah Anda bersama Absher Haramain!

 

Konsultasi Sekarang!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top