![]()
Absherharamain.id – Ramadhan adalah bulan yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Sebab di bulan ini, setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Selain itu juga sebagai bulan pengampunan seluruh jenis dosa. Momentum ini memicu banyak orang untuk memperbanyak ibadah, termasuk melaksanakan umroh ramadhan.
Pilihan waktu ini diambil karena ibadah umroh saat Ramadhan memiliki berbagai keutamaan besar. Hadits-hadits shahih menjelaskan bahwa nilai umroh di bulan puasa setara dengan melaksanakan haji. Simak keutamaan lainnya hingga tips menjalaninya berikut ini!
Baca Juga: Wajib tahu! Ini Persamaan Haji dan Umroh yang Jarang di Bahas
Keutamaan Umroh Ramadhan
Menjalankan ibadah di tanah suci saat bulan puasa memberikan berbagai keutamaan besar bagi setiap muslim. Beberapa poin berikut menjelaskan secara rinci mengenai kemuliaan umroh ramadhan.
1. Pahalanya Setara dengan Berhaji Bersama Rasulullah Saw.

Dari Ibnu ‘Abbas r.a, berkata bahwa Rasulullah Saw pernah bertanya pada seorang wanita, “Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?”. Wanita itu menjawab bahwa ia harus memberi minum seekor unta yang sedang ditunggangi oleh suami dan anaknya. Rasulullah kemudian bersabda:
فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ
Jika Ramadhan tiba, berumrohlah saat itu karena umroh ramadhan seperti berhaji (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256).
Dalam lafazh Bukhari yang lain disebutkan,
فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى
“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863).
Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah mendapat pahala seperti pahala haji. Namun, hal ini bukan berarti umrah tersebut sama dengan ibadah haji secara keseluruhan. Jika seseorang memiliki kewajiban haji, maka umroh pada bulan puasa tidak bisa menggantikan haji fardu tersebut.
2. Mendapatkan Ampunan dari Allah

Ibadah umroh ramadhan menjadi momentum untuk membersihkan diri dari dosa karena menggabungkan dua waktu pengampunan sekaligus. Rasulullah menjelaskan keutamaan umrah dalam menghapus dosa melalui hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a:
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا
Antara umrah yang satu dan umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).
Situasi ini diperkuat dengan kemuliaan bulan puasa yang juga menjadi waktu penggugur dosa bagi umat Islam. Abu Hurairah r.a menyebutkan bahwa Nabi Saw bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)
Jamaah yang melaksanakan umroh saat sedang berpuasa mendapatkan paket lengkap untuk memohon ampunan secara maksimal. Peluang ini jarang ditemukan pada bulan lain karena pengampunan Allah terbuka lebar di setiap waktu dan tempat sepanjang umroh ramadhan.
3. Masuk Surga

Melaksanakan umroh ramadhan dengan tata cara yang benar memberikan harapan besar untuk meraih balasan tertinggi dalam Islam. Rasulullah menjelaskan kaitan antara ibadah umroh yang mabrur dengan surga dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a:
وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
Dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).
Meskipun hadis tersebut menyebutkan haji, para ulama sering menyandingkannya dengan umrah yang dilakukan secara sempurna. Mengingat umroh ramadhan memiliki nilai pahala setara haji, maka peluang meraih surga menjadi semakin terbuka.
4. Setiap Amal Kebaikan Dilipatgandakan

Melaksanakan umroh ramadhan memberikan keuntungan besar karena setiap amal kebaikan akan dihitung berkali lipat. Prinsip ini berdasar pada kemuliaan waktu dan tempat yang bertemu dalam satu momentum ibadah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai nilai ibadah di bulan ini:
فَعُمْرَةٌ فِى رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً
Umrah di bulan Ramadhan sebanding dengan haji (HR. Tirmidzi no. 663).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa nilai ibadah sunnah pada bulan puasa bisa setara dengan ibadah wajib. Selain pahala umrah, shalat di Masjidil Haram juga memiliki keutamaan khusus yang tidak ditemukan di tempat lain. Jabir radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ
Shalat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu shalat di masjid lainnya (HR. Ahmad no. 14694).
Jamaah mendapatkan keuntungan ganda saat melakukan ibadah di tanah suci selama bulan puasa. Pahala ibadah yang sudah dilipatgandakan oleh waktu Ramadhan akan bertambah berkali lipat karena kemuliaan tempatnya. Kondisi ini membuat setiap doa, sedekah, dan dzikir yang terucap memiliki peluang besar untuk dilipat gandakan berkali kali lipat dibandingkan ibadah saat di Tanah Air.
5. Kesempatan Memperoleh Lailatul Qadar

Melaksanakan umroh ramadhan pada sepuluh malam terakhir memberikan peluang besar untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar. Berada di lingkungan Masjidil Haram saat malam tersebut merupakan impian bagi setiap muslim yang ingin mengejar ridho Allah. Keutamaan malam ini dijelaskan langsung oleh Allah dalam Al-Qur’an:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS. al-Qadr ayat 3)
Jamaah yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah akan mendapatkan pahala yang setara dengan beramal selama delapan puluh tiga tahun. Rasulullah memerintahkan umatnya untuk sungguh-sungguh mencari malam tersebut sebagaimana riwayat dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan (HR. Bukhari no. 2017).
Lingkungan Masjidil Haram yang dipenuhi aktivitas dzikir dan tilawah mempermudah jamaah untuk tetap khusyuk. Fokus terhadap urusan duniawi dapat dialihkan sepenuhnya untuk mengejar kemuliaan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini.
Tips Menjalani Umroh Ramadhan
Persiapan fisik dan manajemen waktu menjadi faktor penentu kelancaran ibadah selama menjalankan umroh ramadhan. Berikut adalah beberapa tips khusus menghadapi situasi umroh ramadhan di tengah padatnya jamaah.
- Berangkat ke masjid dua atau tiga jam sebelum azan agar mendapatkan tempat shalat di dalam area masjid.
- Pilih waktu tawaf dan sai pada malam hari setelah tenaga terisi.
- Manfaatkan lantai atas atau area perluasan masjid untuk menghindari himpitan kerumunan di area bawah.
- Simpan tenaga di siang hari dengan membatasi aktivitas luar ruangan yang tidak berkaitan langsung dengan ibadah.
- Hafalkan pintu masuk terdekat dari hotel guna memudahkan akses keluar masuk saat situasi ramai.
Baca Juga: Hukum Umroh Sebelum Haji, Apakah Boleh? Cek Syarat Berikut!
Maksimalkan Umroh Ramadhan Bersama Absher Haramain
Pilihan umroh ramadhan memberikan peluang pahala setara haji bersama Rasulullah Saw sekaligus menjadi momen penghapusan dosa. Jamaah juga berkesempatan mengejar kemuliaan Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan di Baitullah. Pelipatgandaan amal kebaikan ini menjadi alasan utama untuk tetap fokus beribadah di tengah padatnya situasi Tanah Suci.
Akan sangat disayangkan jika semua keutamaan umroh ramadhan diatas harus hangus karena urusan masalah logistik yang menyulitkan jamaah. Waktu yang harusnya bisa digunakan fokus untuk beribadah harus terbuang karena urusan teknis lapangan.
Absher Haramain hadir menyediakan Layanan Land Arrangement sebagai solusi one step service yang menyediakan paket terintegrasi mulai dari pengurusan visa, pemesanan hotel, transportasi, hingga penyediaan muthawwif dan katering.
Segera amankan kuota layanan terbaik untuk mendukung kekhusyukan perjalanan ibadah di bulan suci ini.