Apa Saja yang Dilakukan Saat Umroh? Ini Rinciannya!

Bagi calon jamaah yang baru pertama kali berangkat ke Tanah Suci, pertanyaan seperti “apa saja yang dilakukan saat umroh?” tentu sering muncul. Banyak orang mengira kegiatan umroh hanya sebatas tawaf dan sai, padahal aktivitas jamaah selama di Makkah dan Madinah jauh lebih beragam.

Selain menjalankan rangkaian ibadah utama, jamaah biasanya juga memperbanyak ibadah sunnah, mengikuti ziarah religi, menghadiri kajian, hingga membeli oleh-oleh sebelum kembali ke Indonesia. Oleh karena itu, memahami gambaran kegiatan selama umroh dapat membantu Anda lebih siap secara fisik, mental, maupun spiritual sebelum keberangkatan.

Tidak sedikit jamaah yang merasa lebih tenang ketika sudah mengetahui urutan ibadah dan aktivitas yang akan dijalani di Tanah Suci. Dengan memahami alurnya sejak awal, Anda bisa lebih fokus beribadah tanpa merasa bingung saat mengikuti agenda perjalanan umroh.

Baca juga: Perbedaan Durasi Umroh

Apa Saja yang Dilakukan Saat Umroh?

Kegiatan saat umroh umumnya terdiri dari rangkaian ibadah utama serta aktivitas pendukung selama berada di Makkah dan Madinah. Berikut beberapa kegiatan yang biasanya dilakukan jamaah dari awal hingga akhir perjalanan.

1. Mengambil Miqat dan Berniat Umroh

Apa Saja yang Dilakukan Saat Umroh

Rangkaian umroh dimulai dari miqat, yaitu batas tempat dimulainya niat ihram. Pada tahap ini jamaah mengenakan pakaian ihram dan membaca niat umroh sebelum memasuki area Makkah.

Bagi jamaah asal Indonesia, pengambilan miqat sering dilakukan di pesawat saat melintasi Yalamlam atau di titik miqat tertentu sesuai rute perjalanan. Setelah berniat ihram, jamaah perlu menjaga larangan ihram seperti tidak memotong rambut, menggunakan parfum pada badan, atau melakukan hal-hal yang dilarang selama ihram berlangsung.

Tahap ini menjadi awal perjalanan spiritual jamaah sebelum melaksanakan ibadah utama di Masjidil Haram. Oleh karena itu, banyak jamaah mulai memperbanyak dzikir dan menjaga sikap sejak memasuki miqat.

2. Melakukan Tawaf Mengelilingi Ka’bah

Apa Saja yang Dilakukan Saat Umroh

Setelah tiba di Masjidil Haram, jamaah akan melaksanakan tawaf dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Tawaf dimulai sejajar dengan Hajar Aswad dan dilakukan berlawanan arah jarum jam.

Saat tawaf, jamaah biasanya memperbanyak doa, dzikir, dan membaca ayat suci Al-Qur’an. Suasana di sekitar Ka’bah yang dipenuhi umat Muslim dari berbagai negara juga menjadi pengalaman spiritual yang sangat berkesan.

Karena area tawaf cukup padat, jamaah perlu menjaga stamina dan mengikuti arahan pembimbing agar ibadah tetap nyaman dilakukan. Waktu tawaf juga bisa berbeda tergantung kondisi kepadatan Masjidil Haram, terutama pada musim ramai jamaah.

Baca juga: Cara Melaksanakan Tawaf Wada

3. Melaksanakan Sai antara Shafa dan Marwah

Apa Saja yang Dilakukan Saat Umroh

Setelah tawaf, jamaah melanjutkan ibadah sai antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan yang dihitung dari Shafa ke Marwah.

Ibadah ini dilakukan untuk mengenang perjuangan Siti Hajar saat mencari air untuk Nabi Ismail AS. Dari perjalanan tersebut, jamaah dapat mengambil pelajaran tentang kesabaran, usaha, dan tawakal kepada Allah SWT.

Area sai saat ini sudah sangat nyaman dengan fasilitas pendingin ruangan dan jalur khusus bagi lansia maupun pengguna kursi roda. Meski begitu, jamaah tetap perlu menjaga kondisi fisik karena jarak tempuh sai cukup panjang dan menguras tenaga.

4. Tahallul sebagai Penutup Rangkaian Umroh

Tahallul dilakukan dengan mencukur atau memotong sebagian rambut sebagai tanda selesainya rangkaian ibadah umroh. Setelah tahallul, jamaah sudah keluar dari kondisi ihram dan diperbolehkan kembali melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang saat ihram.

Walaupun terlihat sederhana, tahallul memiliki makna simbolis sebagai bentuk penyempurnaan ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT. Banyak jamaah merasakan kelegaan dan rasa haru setelah menyelesaikan seluruh rangkaian utama umroh.

Bagi jamaah laki-laki, mencukur habis rambut biasanya lebih dianjurkan. Sementara jamaah perempuan cukup memotong sebagian kecil ujung rambut.

5. Memperbanyak Ibadah Sunnah di Tanah Suci

Apa Saja yang Dilakukan Saat Umroh

Selain menjalankan rukun umroh, jamaah biasanya memperbanyak ibadah sunnah selama berada di Makkah maupun Madinah. Aktivitas ini menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual selama di Tanah Suci. Beberapa ibadah yang umum dilakukan antara lain:

  • sholat berjamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
  • membaca Al-Qur’an
  • memperbanyak dzikir dan doa
  • i’tikaf
  • melaksanakan sholat sunnah

Banyak jamaah memanfaatkan waktu sebaik mungkin karena suasana ibadah di Tanah Suci memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan beribadah di tempat lain. Tidak sedikit jamaah yang memilih menghabiskan waktu lebih lama di area masjid untuk memperbanyak amal ibadah.

Baca juga: Contoh Sholat Sunnah Umroh dan Bacaannya

6. Berziarah ke Tempat Bersejarah di Makkah dan Madinah

Apa Saja yang Dilakukan Saat Umroh

Kegiatan lain yang sering dilakukan saat umroh adalah ziarah ke tempat-tempat bersejarah Islam. Ziarah biasanya dilakukan bersama rombongan dan dipandu oleh mutawif atau pembimbing ibadah.

Beberapa lokasi yang umum dikunjungi meliputi:

  • Masjid Quba
  • Raudhah
  • makam Rasulullah SAW
  • Jabal Rahmah
  • Jabal Uhud
  • Gua Hira

Kegiatan ziarah membantu jamaah memahami sejarah perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menyebarkan Islam. Selain menambah wawasan, ziarah juga menjadi momen refleksi spiritual bagi banyak jamaah.

Baca juga: Negara Kunjungan Umroh

7. Membeli Oleh-Oleh dan Kebutuhan Jamaah

Selain ibadah, jamaah biasanya menyempatkan diri membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Aktivitas ini umumnya dilakukan di sela jadwal ibadah atau menjelang kepulangan ke Indonesia. Oleh-oleh yang paling sering dibeli antara lain:

  • kurma
  • air zamzam
  • cokelat arab
  • parfum
  • sajadah
  • perlengkapan ibadah

Meski demikian, jamaah tetap disarankan tidak terlalu berlebihan saat berbelanja agar fokus utama selama di Tanah Suci tetap pada ibadah. Pengaturan barang bawaan juga penting agar koper tidak melebihi batas bagasi penerbangan.

Baca juga: Kisaran Harga Oleh-Oleh Umroh

Aktivitas Jamaah Umroh Sehari-Hari di Tanah Suci

Apa saja yang dilakukan saat umroh selain beribadah? Selama menjalani ibadah umroh, aktivitas jamaah tidak hanya berpusat pada rangkaian ibadah utama saja. Ada berbagai rutinitas harian yang menjadi bagian dari pengalaman selama berada di Makkah dan Madinah.

  1. Jamaah biasanya memulai aktivitas lebih awal untuk melaksanakan sholat berjamaah di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Banyak jamaah juga memilih tetap berada di area masjid setelah subuh untuk membaca Al-Qur’an dan memperbanyak doa.
  2. Di sela waktu ibadah, jamaah akan mengikuti agenda perjalanan yang telah disusun oleh travel atau pembimbing. Jadwal umroh tersebut biasanya mencakup waktu makan, ziarah, kajian, hingga briefing rombongan.
  3. Cuaca di Arab Saudi yang cenderung panas membuat jamaah perlu menjaga kondisi tubuh dengan baik. Oleh karena itu, jamaah dianjurkan rutin minum air putih, mengonsumsi makanan cukup, dan mengatur waktu istirahat agar tetap fit selama ibadah.
  4. Sebagian jamaah memanfaatkan waktu luang untuk muhasabah dan memperbanyak doa pribadi. Suasana spiritual di Tanah Suci sering membuat jamaah merasa lebih tenang dan khusyuk dalam beribadah.
  5. Menjelang kepulangan, jamaah biasanya mulai mempersiapkan barang bawaan dan membeli kebutuhan tambahan atau oleh-oleh untuk keluarga di Indonesia.

Tips Agar Aktivitas Umroh Lebih Nyaman dan Fokus Ibadah

Setelah memahami apa saja yang dilakukan saat umroh,  jamaah perlu mempersiapkan diri dengan baik sebelum keberangkatan. Persiapan sederhana sering kali sangat membantu menjaga kenyamanan selama di Tanah Suci. Beberapa tips yang bisa dilakukan antara lain:

  • Membawa barang secukupnya agar lebih praktis saat berpindah hotel, mengikuti ziarah, atau menuju area ibadah.
  • Memahami tata cara umroh sebelum berangkat supaya jamaah tidak bingung saat menjalankan rangkaian ibadah di Masjidil Haram.
  • Menjaga pola makan, waktu tidur, dan konsumsi air putih karena aktivitas umroh cukup padat dan menguras tenaga.
  • Menggunakan alas kaki yang nyaman untuk mengurangi risiko lecet saat berjalan jauh selama tawaf, sai, maupun ziarah.
  • Tidak terlalu fokus berbelanja agar tujuan utama perjalanan tetap pada ibadah dan memperbanyak amal.
  • Mengikuti arahan pembimbing dan jadwal rombongan supaya seluruh agenda perjalanan berjalan lebih tertata dan nyaman.

Baca juga: Checklist Perlengkapan Umroh

Layanan Land Arrangement dan Handling Umroh yang Lebih Terarah

Kelancaran aktivitas jamaah selama di Tanah Suci sangat dipengaruhi oleh pengelolaan perjalanan yang baik. Mulai dari akomodasi, transportasi, jadwal ziarah, hingga handling jamaah membutuhkan koordinasi profesional agar seluruh agenda ibadah berjalan lancar dan nyaman.

Absher Haramain menyediakan layanan land arrangement dan paket handling umroh untuk membantu kebutuhan travel maupun penyelenggara umroh selama di Makkah dan Madinah. Dukungan tim berpengalaman membantu pengaturan perjalanan jamaah menjadi lebih rapi, mulai dari penjemputan, hotel, transportasi, hingga pendampingan agenda ibadah.

Dengan pengelolaan yang lebih terstruktur, travel dapat memberikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman bagi jamaah tanpa harus repot mengurus kebutuhan operasional secara mandiri, sehingga jamaah lebih fokus menjalankan ibadah dan menikmati perjalanan spiritual di Tanah Suci dengan lebih tenang.

Konsultasi Gratis Di Sini!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top