Tata Cara Tawaf Wada Umroh yang Benar & Lengkap

Tata cara tawaf wada umroh menjadi hal penting yang sering terlewat oleh jamaah, padahal ini adalah bagian akhir yang penuh makna dalam rangkaian ibadah di Tanah Suci. Tawaf wada dikenal sebagai tawaf perpisahan, yang dilakukan sebelum meninggalkan Mekkah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Ka’bah. Berikut tata caranya!

Baca juga: Syarat Sah Umroh

Pengertian dan Hukum Tawaf Wada Umroh

Tawaf wada adalah tawaf yang dilakukan sebagai penutup sebelum jamaah meninggalkan Kota Mekkah. Ibadah ini menjadi simbol perpisahan dengan Ka’bah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian umroh. Tawaf ini juga mencerminkan rasa cinta dan penghormatan seorang hamba kepada rumah Allah SWT. Oleh karena itu, pelaksanaannya tidak boleh dianggap sepele.

Dalam pelaksanaannya, hukum tawaf wada untuk umroh umumnya dianggap tidak wajib dan termasuk amalan yang afdhal oleh sebagian ulama. Tawaf wada berbeda dengan tawaf lainnya seperti tawaf ifadah atau tawaf qudum. 

Perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaan dan tujuan ibadah tersebut. Tawaf wada dilakukan di akhir perjalanan, bukan di awal atau pertengahan. Oleh karena itu, tawaf ini memiliki nilai emosional dan spiritual yang sangat kuat bagi jamaah.

Baca juga: Jangan Salah! Ini Rukun Umroh yang Benar

Waktu Pelaksanaan Tawaf Wada

Tawaf wada dilakukan menjelang Anda meninggalkan Mekkah, biasanya beberapa saat sebelum keberangkatan. Idealnya, tawaf ini menjadi aktivitas terakhir yang Anda lakukan di Masjidil Haram. Setelah itu, Anda dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas lain seperti berbelanja atau berjalan-jalan. Hal ini bertujuan agar makna perpisahan tetap terjaga.

Mengatur waktu pelaksanaan tawaf wada sangat penting agar tidak terburu-buru. Anda perlu memperhitungkan kondisi kepadatan Masjidil Haram serta jadwal keberangkatan. Dengan perencanaan yang baik, ibadah bisa dilakukan dengan lebih tenang. Ini akan membantu Anda menjaga kekhusyukan hingga akhir perjalanan.

Baca juga: Jangan Sampai Lupa! Ini 5 Tempat untuk Miqat Umroh

Tata Cara Tawaf Wada Umroh yang Benar

Berikut ini adalah tata cara tawaf wada umroh yang perlu Anda perhatikan agar pelaksanaannya sesuai dengan sunnah dan ketentuan yang berlaku.

1. Niat Tawaf Wada

Tawaf wada dimulai dengan niat di dalam hati sebagai penutup rangkaian ibadah umroh yang telah Anda jalani. Niat ini menjadi pembeda utama dengan jenis tawaf lainnya sehingga tidak boleh diabaikan begitu saja. 

Anda tidak perlu melafalkannya secara lisan, cukup menghadirkan kesadaran penuh dalam hati. Dengan niat yang tepat, setiap langkah tawaf Anda akan bernilai ibadah yang sah dan bermakna.

2. Memulai dari Hajar Aswad

Pelaksanaan tawaf dimulai dari garis sejajar dengan Hajar Aswad yang menjadi titik awal setiap putaran. Jika kondisi memungkinkan, Anda dapat mencium atau menyentuh Hajar Aswad sebagai sunnah yang dianjurkan. 

Namun dalam situasi padat, cukup dengan memberikan isyarat tangan ke arah Hajar Aswad. Hal ini tetap sah dan menunjukkan kemudahan dalam pelaksanaan ibadah di tengah keramaian.

3. Posisi Ka’bah di Sebelah Kiri

Tata Cara Tawaf Wada Umroh

Selama melakukan tawaf, posisi Ka’bah harus selalu berada di sebelah kiri Anda sebagai syarat sahnya ibadah. Ketentuan ini wajib diperhatikan karena kesalahan arah dapat menyebabkan tawaf tidak dihitung. 

Anda perlu menjaga arah putaran agar tetap konsisten dari awal hingga akhir. Dengan memahami hal ini, Anda dapat menjalankan tawaf dengan lebih tenang dan tanpa keraguan.

4. Melakukan 7 Putaran

Tata Cara Tawaf Wada Umroh

Tawaf dilakukan sebanyak tujuh putaran penuh mengelilingi Ka’bah tanpa kurang maupun lebih. Setiap putaran dimulai dari Hajar Aswad dan kembali ke titik tersebut sebagai penanda satu putaran selesai. 

Anda disarankan untuk menjaga hitungan dengan baik agar tidak terjadi kekeliruan. Ketelitian dalam jumlah putaran sangat penting untuk memastikan keabsahan tawaf Anda.

5. Membaca Doa Selama Tawaf

Tata Cara Tawaf Wada Umroh

Selama tawaf berlangsung, Anda dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar sesuai kemampuan. Tidak ada bacaan khusus yang wajib, sehingga Anda bisa menyesuaikan dengan hafalan yang dimiliki. 

Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, manfaatkan setiap putaran dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan.

6. Sholat Sunnah Setelah Tawaf

Tata Cara Tawaf Wada Umroh

Setelah menyelesaikan tujuh putaran, Anda disunnahkan untuk melaksanakan sholat dua rakaat sebagai penyempurna tawaf. Sholat ini idealnya dilakukan di belakang Maqam Ibrahim jika kondisi memungkinkan. 

Namun jika area tersebut padat, Anda tetap bisa melaksanakannya di bagian lain Masjidil Haram. Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dalam pelaksanaannya.

7. Segera Meninggalkan Mekkah

Setelah tawaf wada selesai, Anda dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas lain seperti berbelanja atau berjalan-jalan. Tawaf ini merupakan bentuk perpisahan terakhir dengan Ka’bah sehingga harus menjadi penutup rangkaian ibadah. 

Dengan langsung bersiap meninggalkan Mekkah, makna tawaf wada akan lebih terjaga. Hal ini juga menunjukkan kepatuhan Anda terhadap adab dalam beribadah.

Baca juga: Tata Cara Umroh yang Benar untuk Perempuan

Hikmah dan Makna Tawaf Wada

Tawaf wada bukan sekadar ritual penutup, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Ibadah ini menjadi simbol perpisahan seorang hamba dengan rumah Allah SWT. Banyak jamaah yang memanfaatkan momen ini untuk berdoa dengan penuh harapan. Perasaan haru sering kali menyertai setiap langkah tawaf.

Selain itu, tawaf wada juga menjadi momen refleksi atas seluruh perjalanan ibadah yang telah dilalui. Anda bisa merenungkan setiap pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci. Dengan hati yang lebih bersih, Anda meninggalkan Mekkah dengan harapan menjadi pribadi yang lebih baik. Inilah nilai utama dari tawaf wada.

Baca juga: Doa agar Cepat Umroh dan Haji

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Tawaf Wada

  1. Menunda tawaf wada dan masih beraktivitas setelahnya: Banyak jamaah menunda tawaf wada terlalu dekat dengan waktu pulang, bahkan masih sempat berbelanja setelahnya. Padahal, tawaf wada seharusnya menjadi aktivitas terakhir sebelum meninggalkan Mekkah agar maknanya tetap terjaga.
  2. Tidak memahami niat tawaf wada dengan benar: Sebagian jamaah melakukan tawaf tanpa menyadari bahwa itu adalah tawaf wada. Kurangnya pemahaman ini membuat ibadah terasa sekadar rutinitas tanpa kekhusyukan yang maksimal.
  3. Salah jumlah putaran atau arah tawaf: Kesalahan seperti putaran yang kurang dari tujuh atau arah yang tidak sesuai masih sering terjadi. Hal ini bisa mempengaruhi sah atau tidaknya tawaf yang dilakukan.
  4. Terlalu terburu-buru saat tawaf: Kondisi ramai membuat sebagian jamaah ingin cepat selesai tanpa menikmati proses ibadah. Akibatnya, doa dan dzikir menjadi kurang maksimal serta kekhusyukan berkurang. 

Butuh Pendampingan Umroh yang Lebih Tertata?

Menjalankan umroh bukan hanya soal niat, tetapi juga pemahaman terhadap setiap rangkaian ibadah, termasuk tata cara tawaf wada umroh yang benar. Tanpa pendampingan yang tepat, risiko kesalahan bisa saja terjadi dan mengurangi kesempurnaan ibadah Anda. Karena itu, penting untuk menjalankan umroh dengan persiapan dan dukungan yang terpercaya.

absherharamain.id hadir melalui layanan land arrangement dan jasa handling umroh yang profesional dan berpengalaman. Mulai dari penjemputan, akomodasi, transportasi, hingga pendampingan ibadah, semua kami siapkan agar Anda bisa fokus beribadah dengan tenang. Konsultasikan kebutuhan umroh Anda sekarang dan rasakan perjalanan ibadah yang lebih terarah, nyaman, dan sesuai tuntunan.

Konsultasi Gratis Di Sini!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top