Niat Sholat Sunnah Umroh dan Tata Caranya

Saat menjalankan ibadah umroh, ada beberapa sholat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan oleh jamaah. Mulai dari sholat safar sebelum berangkat, sholat sunnah sebelum ihram, sholat sunnah setelah tawaf, hingga sholat tahiyatul masjid saat memasuki masjid. Memahami niat sholat sunnah umroh beserta tata caranya dapat membantu Anda menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk. 

Bagi banyak jamaah, terutama yang baru pertama kali berangkat ke Tanah Suci, memahami ibadah sunnah selama umroh sering kali menjadi bagian penting dari persiapan. Dengan mengetahui tata cara dan waktu pelaksanaannya, Anda dapat menjalankan ibadah dengan lebih siap tanpa merasa bingung ketika berada di Masjidil Haram maupun saat di perjalanan.

Baca juga: Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar sebelum Berangkat Umroh?

Macam Sholat Sunnah dan Niat Sholat Sunnah Umroh Lengkap!

Dalam rangkaian perjalanan umroh, terdapat beberapa sholat sunnah yang umum dikerjakan oleh jamaah. Setiap sholat memiliki tujuan dan waktu pelaksanaan yang berbeda, mulai dari memohon keselamatan perjalanan hingga menyempurnakan ibadah di Tanah Suci. Berikut niat sholat sunnah umroh yang dapat Anda praktikkan.

1. Sholat Safar

Niat Sholat Sunnah Umroh

Sholat safar merupakan sholat sunnah dua rakaat yang dianjurkan sebelum melakukan perjalanan jauh, termasuk saat hendak berangkat umroh. Sholat ini dilakukan sebagai bentuk doa dan harapan agar perjalanan diberikan keselamatan, kelancaran, dan keberkahan oleh Allah SWT.

Biasanya, jamaah melaksanakan sholat safar sebelum meninggalkan rumah atau sebelum berangkat menuju bandara. Ibadah ini juga menjadi momen untuk mempersiapkan diri secara mental dan spiritual sebelum memulai perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

Niat sholat sunnah umroh ini dibaca di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram ketika memulai sholat. Membaca niat dengan penuh kesungguhan dapat membantu jamaah lebih memahami tujuan ibadah yang sedang dilakukan. Berikut tata cara sholat safar yang dapat Anda lakukan sebelum berangkat umroh:

  • Berwudhu dan memastikan diri dalam keadaan suci.
  • Menghadap kiblat dan berdiri tegak bagi yang mampu.
  • Membaca niat sholat safar saat takbiratul ihram.
  • Membaca Surat Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua.
  • Dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama.
  • Pada rakaat kedua dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas.
  • Menyelesaikan gerakan sholat seperti biasa hingga salam.
  • Setelah sholat, jamaah dapat berdoa memohon keselamatan perjalanan.

Sholat safar biasanya dilakukan dengan sederhana seperti sholat sunnah lainnya. Namun, banyak jamaah memanfaatkan momen setelah sholat untuk meminta perlindungan selama perjalanan, kemudahan selama ibadah umroh, serta keselamatan hingga kembali ke tanah air.

Selain itu, jamaah juga dianjurkan berpamitan dengan keluarga dan saling mendoakan sebelum berangkat. Hal ini menjadi bagian dari adab perjalanan yang baik dalam Islam.

2. Sholat Sunnah Sebelum Ihram

Niat Sholat Sunnah Umroh

Sebelum mengenakan ihram dan berniat umroh di miqat, jamaah dianjurkan melaksanakan sholat sunnah dua rakaat. Sholat ini menjadi bagian dari persiapan ibadah agar hati lebih tenang dan fokus sebelum memulai rangkaian umroh.

Sholat sunnah sebelum ihram biasanya dilakukan setelah mandi sunnah ihram dan sebelum membaca talbiyah. Banyak jamaah mengerjakannya di area miqat atau masjid yang menjadi tempat mengambil niat ihram.

Sholat sunnah ini dilakukan sebelum membaca niat ihram umroh. Namun, apabila jamaah sudah melaksanakan sholat fardhu, maka sholat wajib tersebut dapat mencukupi tanpa harus melakukan sholat sunnah terpisah.

Pelaksanaan sholat sunnah sebelum ihram pada dasarnya sama seperti sholat sunnah dua rakaat lainnya. Berikut langkah-langkahnya.

  • Bersuci terlebih dahulu dengan berwudhu.
  • Mengenakan pakaian yang bersih dan rapi.
  • Menghadap kiblat lalu membaca niat saat takbiratul ihram.
  • Membaca Surat Al-Fatihah pada setiap rakaat.
  • Dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama.
  • Pada rakaat kedua dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas.
  • Menyempurnakan gerakan sholat hingga salam.
  • Setelah selesai, jamaah dapat melanjutkan niat ihram umroh di miqat.

Sebelum membaca niat ihram, jamaah juga dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir. Tujuannya agar hati lebih siap menjalani rangkaian ibadah umroh dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Saat sudah memasuki keadaan ihram, jamaah perlu menjaga larangan ihram dengan baik. Oleh karena itu, banyak pembimbing umroh menyarankan jamaah untuk benar-benar memahami tata cara ihram sebelum keberangkatan.

3. Sholat Sunnah Setelah Tawaf

Niat Sholat Sunnah Umroh

Setelah menyelesaikan tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, jamaah dianjurkan melaksanakan sholat sunnah tawaf sebanyak dua rakaat. Sholat ini menjadi salah satu amalan sunnah yang umum dilakukan dalam rangkaian ibadah umroh.

Apabila memungkinkan, sholat sunnah tawaf dapat dilakukan di belakang Maqam Ibrahim. Namun jika area sedang padat, jamaah tetap dapat melaksanakannya di bagian lain Masjidil Haram.

Karena Masjidil Haram hampir selalu ramai oleh jamaah dari berbagai negara, Anda tidak perlu memaksakan diri mencari tempat yang terlalu dekat dengan Ka’bah. Yang terpenting adalah tetap menjaga kekhusyukan dan tidak mengganggu jamaah lain. Sholat sunnah tawaf dilakukan sebanyak dua rakaat dengan tata cara seperti berikut:

  • Berdiri menghadap kiblat bagi yang mampu.
  • Membaca niat sholat sunnah tawaf.
  • Melakukan takbiratul ihram.
  • Membaca doa iftitah.
  • Membaca Surat Al-Fatihah.
  • Dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama.
  • Melanjutkan gerakan rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud.
  • Pada rakaat kedua membaca Surat Al-Fatihah dan dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas.
  • Menyelesaikan tasyahud akhir dan salam.

Setelah menyelesaikan sholat sunnah tawaf, jamaah biasanya melanjutkan ibadah dengan minum air zamzam dan melaksanakan sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah. Oleh karena itu, kondisi fisik juga perlu dijaga agar ibadah dapat berjalan lancar.

Bagi jamaah lansia atau yang memiliki keterbatasan fisik, tidak perlu terburu-buru ketika berpindah dari area tawaf menuju tempat sholat. Utamakan keselamatan dan ikuti arahan petugas di Masjidil Haram.

Baca juga: Tata Cara Tawaf Wada yang Benar

4. Sholat Tahiyatul Masjid

Niat Sholat Sunnah Umroh

Sholat tahiyatul masjid adalah sholat sunnah dua rakaat yang dilakukan ketika memasuki masjid sebelum duduk. Saat berada di Masjidil Haram maupun masjid lainnya selama perjalanan umroh, sholat ini tetap dianjurkan untuk dikerjakan.

Tujuan sholat tahiyatul masjid adalah sebagai bentuk penghormatan kepada masjid sekaligus memperbanyak ibadah sunnah. Banyak jamaah memilih melaksanakan sholat ini saat pertama kali memasuki Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Sholat tahiyatul masjid dilakukan sebanyak dua rakaat dengan satu kali salam. Berikut tata caranya:

  • Membaca niat sholat tahiyatul masjid.
  • Takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan.
  • Membaca doa iftitah dan Surat Al-Fatihah.
  • Membaca salah satu surat pendek Al-Qur’an.
  • Melakukan rukuk dan i’tidal.
  • Melakukan sujud pertama dan kedua.
  • Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulang gerakan yang sama.
  • Menutup sholat dengan tasyahud akhir dan salam.

Saat kondisi masjid sangat ramai, jamaah tetap perlu memperhatikan kenyamanan orang lain ketika mencari tempat untuk sholat. Hindari mengambil area lalu lintas jamaah agar tidak mengganggu aktivitas di sekitar masjid.

Selain itu, penting juga untuk menjaga barang bawaan pribadi ketika berada di area masjid. Sebaiknya membawa barang seperlunya agar lebih nyaman saat beribadah.

Baca juga: Persiapan yang Harus Dilakukan sebelum Umroh

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Melaksanakan Sholat Sunnah Umroh

Meskipun termasuk ibadah sunnah, pelaksanaan sholat saat umroh tetap perlu dilakukan dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Selain memahami bacaan niat, jamaah juga sebaiknya memperhatikan kondisi sekitar agar ibadah berjalan lebih nyaman.

Banyak jamaah merasa terlalu fokus mengejar tempat tertentu di Masjidil Haram hingga akhirnya kelelahan sendiri. Padahal, kenyamanan dan keamanan selama ibadah juga menjadi hal penting yang perlu dijaga. Beberapa hal yang penting diperhatikan antara lain:

  • Menjaga wudhu dan kebersihan selama berada di area masjid.
  • Tidak memaksakan sholat di area yang terlalu padat.
  • Mengutamakan keselamatan diri dan jamaah lain, terutama bagi lansia.
  • Mengikuti arahan petugas maupun pembimbing ibadah.
  • Menjaga barang bawaan pribadi selama berada di Masjidil Haram.
  • Memperbanyak doa dan dzikir setelah menyelesaikan sholat sunnah.
  • Mengatur waktu istirahat agar kondisi tubuh tetap fit selama umroh.
  • Membawa perlengkapan ibadah seperlunya agar lebih praktis saat berpindah tempat.

Selain mempersiapkan fisik, jamaah juga perlu menjaga niat dan fokus ibadah selama berada di Tanah Suci. Dengan persiapan yang baik, rangkaian umroh dapat dijalani dengan lebih tenang dan khusyuk.

Baca juga: Pakaian Umroh yang Benar untuk Perempuan

Butuh Pendampingan Umroh yang Lebih Praktis?

Selain mempersiapkan ibadah, jamaah juga perlu memperhatikan kebutuhan perjalanan selama berada di Tanah Suci. Mulai dari transportasi, hotel, handling airport, hingga pendampingan ibadah, semuanya perlu dikelola dengan baik agar perjalanan terasa lebih nyaman.

Absher Haramain menyediakan layanan land arrangement dan paket handling umroh untuk membantu kebutuhan perjalanan jamaah maupun travel umroh. Layanan ini mencakup koordinasi perjalanan, akomodasi, transportasi, mutawif, hingga penanganan jamaah selama berada di Arab Saudi.

Dengan pengelolaan perjalanan yang lebih tertata, jamaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah umroh dengan nyaman, aman, dan tenang.

Konsultasi Gratis Di Sini!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top