
Banyak muslimah yang masih merasa bingung dengan tata cara umroh untuk perempuan, terutama karena ada beberapa perbedaan penting dibandingkan laki-laki. Kekhawatiran ini wajar, karena kesalahan dalam urutan atau aturan ibadah bisa memengaruhi kesempurnaan umroh.
Melalui panduan ini, Anda akan diajak untuk memahami setiap tahapan umroh wanita secara runtut, praktis, dan sesuai sunnah agar ibadah berjalan lebih tenang dan khusyuk. Simak lebih lanjut!
Persiapan Umroh untuk Perempuan Sebelum Berangkat
Sebelum memasuki rangkaian ibadah inti, ada beberapa persiapan penting yang wajib diperhatikan oleh jamaah perempuan. Persiapan ini akan sangat membantu kelancaran ibadah di Tanah Suci.
- Memahami manasik umroh dengan benar: Jamaah perempuan disarankan mempelajari urutan umroh wanita sejak awal, mulai dari niat hingga tahallul.
- Menyiapkan pakaian ihram wanita: Berbeda dengan laki-laki, wanita tidak memiliki pakaian ihram, namun pakaian umroh untuk perempuan tetap harus memenuhi beberapa aturan khusus.
- Memastikan aturan mahram atau pendamping: Dalam beberapa kondisi, wanita perlu didampingi mahram. Namun, regulasi terbaru memungkinkan keberangkatan dalam rombongan resmi dengan pengawasan yang aman.
- Menjaga kondisi fisik dan kesehatan: Ibadah umroh membutuhkan stamina yang cukup, terutama saat tawaf dan sa’i yang melibatkan banyak pergerakan.
- Mempersiapkan perlengkapan pribadi: Seperti mukena, kaos kaki, tas kecil, serta kebutuhan khusus wanita lainnya yang menunjang kenyamanan selama ibadah.
Baca juga: Perlengkapan Umroh yang Harus Dibawa Apa Saja?
Tata Cara Umroh untuk Perempuan dari Awal hingga Akhir
Setelah memahami persiapan dan melakukannya dengan matang, Anda perlu memahami tata cara umroh untuk perempuan secara rinci dan benar. Berikut adalah urutan lengkap tata cara umroh untuk perempuan yang perlu dilakukan secara berurutan.
1. Mandi dan Bersuci Sebelum Ihram

Sebelum memasuki miqat, jamaah perempuan dianjurkan untuk mandi besar (ghusl), baik dalam keadaan suci maupun haid. Mandi ini bertujuan untuk membersihkan diri dan mempersiapkan ibadah umroh dengan kondisi yang lebih suci dan segar.
Jika tidak memungkinkan mandi, Anda tetap bisa melanjutkan ihram tanpa mandi, karena hukumnya sunnah, bukan wajib, sehingga Anda tidak perlu memaksakan keadaan.
2. Memakai Ihram bagi Perempuan

Berbeda dengan laki-laki, ihram wanita tidak berupa dua helai kain. Anda cukup menggunakan pakaian biasa yang longgar dan sesuai syariat. Namun, ada beberapa larangan yang perlu diperhatikan, seperti tidak memakai cadar dan sarung tangan selama dalam kondisi ihram.
3. Miqat dan Niat Umroh

Miqat adalah batas tempat dimulainya niat umroh. Saat sampai di miqat, Anda wajib berniat umroh dalam hati dan dianjurkan melafalkan niat berikut.

Artinya: “Aku niat umroh dan ihram karenanya karena Allah Ta’ala. Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan umroh.”
Setelah niat selesai, lanjutkan dengan membaca talbiyah.

4. Masuk ke Area Masjidil Haram

Ketika masuk, Anda akan melihat Ka’bah. Jangan panik atau ragu, langkahkan kaki Anda dengan tenang, dan jangan lupa membaca doa berikut.

Apabila kondisi masih memungkinkan, Anda dianjurkan untuk menuju Hajar Aswad dan memberikan salam menggunakan tangan kanan. Ucapkan takbir saat berhasil menyentuhnya, namun juga jangan memaksa keadaan. Apabila Anda belum berkesempatan untuk menyentuh Hajar Aswad, tetap lah khusyuk saat beribadah, karena khusyuk ini lah yang utama.
5. Melaksanakan Tawaf di Ka’bah

Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama. Saat melakukan tawaf, antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad dianjurkan membaca doa berikut.

Wanita tidak disunnahkan melakukan lari kecil (raml) seperti laki-laki, sehingga akan lebih baik jika berjalan biasa untuk menjaga keamanan diri sendiri.
6. Sa’i antara Shafa dan Marwah

Setelah tawaf, Anda melanjutkan dengan sa’i, yaitu berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali. Berbeda dengan laki-laki, wanita tidak perlu berlari kecil di area lampu hijau. Cukup berjalan biasa dengan menjaga ritme yang nyaman sambil berdzikir, berdoa, atau merenungi kekuasaan Allah SWT dengan hikmat.
7. Tahallul (Memotong Rambut)

Tahap terakhir adalah tahallul, yaitu memotong rambut sebagai tanda selesainya rangkaian umroh. Untuk perempuan, cukup memotong setidaknya 1 ruas jari. Proses pemotongan ini dapat dilakukan sendiri atau pun dengan bantuan mutawwifah. Tahap ini juga menjadi akhir dari tata cara umroh untuk perempuan.
Baca juga: Jangan Lakukan 12 Kesalahan Umroh Ini!
Larangan Umroh bagi Perempuan yang Wajib Diperhatikan
Selama dalam keadaan ihram, terdapat beberapa larangan yang harus dipatuhi oleh jamaah perempuan agar ibadah tetap sah.
- Tidak boleh memakai wewangian setelah niat ihram: Penggunaan parfum atau aroma wangi tidak diperbolehkan setelah niat dilakukan.
- Tidak boleh menikah atau dinikahkan: Aktivitas akad nikah tidak sah dilakukan dalam kondisi ihram.
- Tidak boleh mencabut atau memotong rambut secara sengaja: Kecuali saat tahallul, rambut tidak boleh dipotong atau dicabut.
- Tidak boleh menggunakan cadar dan sarung tangan: Ini adalah larangan khusus bagi wanita selama ihram.
- Tidak boleh melakukan hubungan suami istri: Larangan ini berlaku hingga tahallul selesai.
Baca juga: Apakah Boleh Melaksanakan Umroh sebelum Haji?
Tips Aman dan Nyaman Saat Umroh untuk Perempuan
Agar ibadah berjalan lebih lancar, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan selama menjalankan umroh.
- Pilih waktu tawaf yang lebih lengang, seperti di luar jam ramai
- Gunakan tas kecil untuk membawa barang penting
- Jaga asupan cairan agar tidak dehidrasi
- Hindari area yang terlalu padat demi keamanan
Baca juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Umroh?
FAQ Tentang Kondisi Khusus Umroh Wanita yang Sering Terjadi
Dalam praktiknya, ada beberapa kondisi khusus yang sering dialami oleh jamaah perempuan. Memahami hal ini akan membantu Anda tetap tenang saat menghadapinya.
- Bolehkah umroh saat haid? Wanita yang sedang haid tetap boleh melaksanakan ihram dan mengikuti rangkaian umroh. Namun, tawaf harus ditunda hingga dalam keadaan suci.
- Apakah boleh berangkat umroh tanpa mahram? Terdapat beberapa pendapat mengenai hal ini. Dalam praktik saat ini, wanita diperbolehkan berangkat tanpa mahram selama memenuhi syarat tertentu dan salah satunya adalah bersama dengan rombongan yang amanah.
Percayakan Handling Umroh agar Jamaah Lebih Fokus Beribadah
Pelaksanaan umroh, khususnya bagi perempuan, tidak hanya soal memahami tata cara ibadah, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan teknis di lapangan. Mulai dari pengaturan jadwal, mobilitas jamaah, hingga pendampingan saat kondisi khusus seperti haid, semuanya membutuhkan penanganan yang tepat.
Melalui layanan handling dan land arrangement dari Absher Haramain, travel umroh dapat memastikan jamaah perempuan mendapatkan pendampingan optimal selama di Tanah Suci. Kami telah membantu lebih dari 10.000 jamaah umroh dan bermitra dengan 10+ travel umroh selama bertahun-tahun.
Dari pengalaman tersebut, kami yakin dapat memberikan pengelolaan yang profesional, sehingga jamaah bisa lebih fokus menjalankan ibadah tanpa harus terbebani oleh kendala teknis. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lengkapnya!