![]()
Absherharamain.id – Banyak jamaah terpaku pada jadwal kegiatan dari pihak travel selama berada di Tanah Suci. Padahal dengan memahami setiap rukun umroh, jamaah akan lebih leluasa untuk memperbanyak ibadah secara mandiri.
Rukun umroh adalah semua amalan yang wajib dikerjakan saat umroh. Melewatkan satu rukun saja berisiko membatalkan seluruh prosesi umroh dan mengharuskan jamaah mengulang dari awal.
Simak penjelasan lengkap mengenai urutan rukun umroh yang benar sesuai syariat berikut ini!
Baca Juga: Bagaimana Tata Cara Umroh dan Bacaannya yang Benar?
Syarat Umroh
Sebelum masuk ke rukun umroh, jamaah harus tahu dulu apa syarat seseorang untuk bisa melaksanakan umroh. Syarat adalah sesuatu yang harus dipenuhi seseorang agar kewajiban ibadah ini melekat pada dirinya. Berikut adalah syarat umroh:
- Beragama Islam
- Baligh
- Berakal sehat
- Merdeka
- Mampu
Jika salah satu belum terpenuhi, maka kewajiban untuk menjalankan rukun umroh belum melekat kepada orang tersebut.
Persiapan dokumen pendukung seperti paspor, visa dan lainnya juga harus sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Jangan sampai ada kendala administrasi, jika tidak ingin ada hambatan selama proses pendaftaran.
Setelah syarat terpenuhi, barulah jamaah bisa fokus mempelajari teknis pelaksanaan ibadah yang benar selama di sana.
Rukun Umroh
Perlu diingat bahwa rukun umroh sama sekali tidak boleh ditinggalkan atau diganti dengan dam. Jika satu bagian terlewat, maka umroh tidak sah dan wajib mengulang dari awal. Pelaksanaan ibadah ini harus dilakukan secara urut mulai dari awal hingga akhir. Berikut penjelasan detailnya.
1. Ihram

Rukun umroh yang pertama adalah ihram. Ihram merupakan niat untuk melaksanakan ibadah umroh. Namun sebelum melakukan ihram, jamaah dianjurkan untuk mandi besar dan memotong kuku terlebih dahulu. Setelah itu, jamaah harus berganti pakaian ihram.
Untuk laki-laki menggunakan dua lembar kain ihram tanpa jahitan. Sedangkan untuk wanita pakain yang menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Lafal niat untuk umroh adalah berikut.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumroh.
Seluruh larangan ihram mulai berlaku sejak kalimat niat tersebut diucapkan. Niat tersebut harus diucapkan di tempat yang sudah ditentukan (miqat). Berikut adalah tempat-tempat yang menjadi lokasi untuk melakukan ihram.
- Bir Ali (Zulhulaifah): Diperuntukkan bagi jamaah yang datang dari arah Madinah.
- Yalamlam: Lokasi miqat untuk jamaah yang datang dari arah Yaman dan sekitarnya.
- Qarnul Manazil: Diperuntukkan bagi jamaah dari arah Makkah ke Malaysia atau Indonesia.
- Al-Juhfah: Diperuntukkan bagi jamaah dari arah Mesir, Syam, hingga Palestina.
- Zatu Irqin: Diperuntukkan bagi jamaah yang datang dari arah negara Irak.
Jamaah asal Indonesia umumnya melafalkan niat ihram di Masjid Bir Ali. Namun jika penerbangan langsung ke Jeddah, niat dilakukan saat pesawat melewati wilayah Yalamlam atau Qarnul Manazil.
2. Thawaf

Rukun umroh yang kedua adalah thawaf. Thawaf adalah rukun umroh kedua yang dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Thawaf dimulai dari sudut Hajar Aswad dengan membaca Bismillah Allahu akbar sambil memberi isyarat tangan kanan. Selama thawaf, pastikan posisi Ka’bah selalu berada di sebelah kiri jamaah.
Kondisi tubuh wajib suci dari hadas kecil maupun besar seperti halnya saat melakukan shalat. Jika wudhu batal di tengah putaran, jamaah harus segera bersuci dan melanjutkan hitungan kembali.
Setiap melewati Rukun Yamani, jamaah disunnahkan mengusapnya dengan tangan kanan. Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, jamaah dianjurkan membaca doa sapu jagat untuk memohon kebaikan dunia serta akhirat.
Selesai putaran ketujuh, tutup kembali kedua pundak dengan kain ihram lalu menuju ke arah Maqam Ibrahim. Disana, jamaah dianjurkan melakukan salat sunnah dua rakaat dengan membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah.
Setelah itu, sempatkan meminum air zam-zam dan berdoa sebelum melangkah menuju area bukit Shafa untuk Sa’i.
3. Sa’i

Rukun umroh yang ketiga adalah sa’i. Sa’i adalah berjalan atau berlari kecil sebanyak tujuh kali dari bukit shafa ke Marwah. Sa’i dilakukan untuk mengenang perjuangan Siti Hajar ketika mencari air untuk Nabi Ismail as. Bagi jamaah laki-laki disunnahkan untuk berlari kecil saat melewati area sa’i yang dibatasi dua lampu hijau.
Sa’i dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di Marwah. Perjalanan dari bukit Shafa menuju bukit Marwah dihitung satu kali perjalanan. Begitu juga sebaliknya. Saat di bukit Shafa, jamaah dianjurkan menghadap ke Ka’bah sembari mengucapkan takbir. Selama di perjalanan ke bukit Marwah jamaah memperbanyak memohon ampun dan bebas membaca doa lainnya.
4. Tahallul

Rukun umroh yang keempat adalah tahallul. Tahallul adalah prosesi memotong rambut setelah sa’i di Marwah. Bagi jamaah laki-laki, sunnahnya adalah memotong seluruh rambut hingga gundul. Namun, jika tidak memungkinkan, memotong sebagian rambut sudah dianggap cukup.
Sedangkan untuk jamaah wanita, rambut yang dipotong cukup satu ruas jari. Syarat sah minimal untuk tahallul adalah memotong tiga helai rambut bagi setiap jamaah. Pastikan proses tahallul dilakukan sendiri atau orang lain yang sudah tidak dalam status ihram.
Tahallul menjadi tanda berakhirnya seluruh rangkaian ibadah umroh. Semua larangan ihram sudah bisa dilakukan setelah proses tahallul ini.
5. Tertib

Tertib adalah menjalankan seluruh rangkaian rukun umroh sesuai urutan yang telah ditetapkan. Setiap rangkaian rukun harus dilakukan urut mulai dari ihram, thawaf, sa’i, hingga tahallul. Jika salah satu rukun terlewati atau tertukar posisinya, maka ibadah tersebut dianggap tidak sah dan wajib mengulang dari awal.
Jamaah tidak diperbolehkan mendahului satu proses sebelum proses sebelumnya selesai dilakukan secara sempurna. Pastikan setiap tahapan rukun umroh dijalankan dengan teliti agar tujuan beribadah tercapai.
Wajib Umroh
Wajib umroh adalah amalan yang harus dikerjakan namun tidak membatalkan ibadah jika terlewati. Berbeda dengan rukun umroh, pelanggaran pada wajib umroh ini mewajibkan jamaah membayar denda . Berikut adalah daftar wajib umroh:
- Mengambil niat ihram di lokasi batas wilayah yang telah ditentukan syariat. Jika melewati batas ini tanpa niat, jamaah wajib membayar dam berupa penyembelihan seekor kambing.
- Menghindari hal-hal yang dilarang selama masih dalam status ihram.
Tips Agar Umroh Mabrur
Memperoleh predikat mabrur merupakan harapan bagi setiap jamaah yang berangkat ke tanah suci. Keberhasilan ibadah ini tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian rukun dan wajib umroh, melainkan juga kondisi hati selama umroh berlangsung. Berikut beberapa tips agar umroh mabrur.
- Ikhlas dan hanya mengharap rida Allah
- Sesuai dengan tuntunan dari Nabi Muhammad saw.
- Memahami seluruh tata cara umroh dan rukunnya
- Menjauhi perbuatan maksiat selama berada di tanah suci
- Memperbanyak zikir dan doa
- Bersabar saat menghadapi berbagai kendala
- Peduli terhadap sesama jamaah
- Tidak bersikap sombong dan riya
- Istikamah dalam beribadah setelah kembali ke tanah air
Baca Juga: Terbaru! Ini Rincian Biaya Daftar Haji 2026!
Pastikan Perjalanan Umroh Aman Bersama Absher Haramain
Penyelesaian rukun umroh secara urut menjadi dasar utama agar ibadah diterima oleh Allah. Jamaah harus memastikan setiap tahapan mulai dari ihram hingga tahallul dikerjakan secara urut. Jamaah juga perlu mengikuti aturan miqat dan menghindari larangan ihram untuk menjauhi denda. Pelaksanaan semua tahapan dengan benar merupakan jalan menuju umroh yang mabrur.
Kendala logistik sering kali memecah konsentrasi jamaah saat menjalankan rangkaian rukun di tanah suci. Absher Haramain menyediakan Layanan Land Arrangement untuk memastikan seluruh kebutuhan akomodasi dan transportasi terpenuhi dengan baik.