![]()
Absherharamain.id – Banyak orang menunda belajar manasik karena merasa belum mampu secara finansial untuk berangkat ke Makkah. Padahal, memahami tata cara umroh dan bacaannya yang benar adalah salah satu bentuk memantaskan diri agar segera dipanggil oleh Allah. Persiapan ilmu sejak dini akan membuat seseorang lebih siap saat kesempatan ibadah tersebut datang.
Bayangkan ketika jadwal keberangkatan sudah dekat, namun masih belum tahu tata cara umroh beserta bacaannya yang benar. Kondisi ini tentu akan mengganggu kekhusyukan dan berisiko membuat ibadah menjadi tidak sah. Simak ulasan berikut untuk memahami tata cara umroh dan bacaannya yang benar sesuai sunnah agar prosesi ibadah berjalan lancar.
Baca Juga: Memahami Makna Umroh Adalah Kunci Agar Ibadah Mabrur
Tata Cara Umroh dan Bacaannya yang Benar Sesuai Sunnah
Mengacu pada buku Petunjuk Praktis Manasik Haji dan Umrah karya Abu Abdillah, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai urutan manasik beserta bacaan doanya agar pelaksanaan umroh bisa diterapkan dengan sempurna.
1. Ihram

Langkah awal dalam tata cara umroh dan bacaannya yang benar dimulai dengan ihram. Proses ini bukan sekadar proses berganti pakaian, melainkan tanda bahwa seseorang telah memasuki wilayah suci dan terikat dengan aturan berihram. Berikut adalah panduan yang perlu diperhatikan:
- Persiapan Sebelum Ihram
Sebelum mengenakan pakaian ihram, jamaah disunnahkan untuk mandi besar dan memotong kuku serta merapikan rambut. Setelah mandi, pakailah wewangian pada anggota tubuh, namun pastikan tidak terkena kain ihram.
Bagi laki-laki, pakaian ihram terdiri dari dua lembar kain tanpa jahitan, sedangkan wanita menggunakan pakaian yang menutup aurat kecuali wajah dan telapak tangan. Pastikan kondisi fisik sedang sehat dan mental dalam keadaan tenang.
- Niat Ihram di Titik Miqat
Jamaah asal Indonesia biasanya mengambil miqat di Zulhulaifah (Bir Ali) jika berangkat dari Madinah, atau di atas pesawat sebelum melewati Yalamlam. Dan disinilah niat umroh diucapkan:
لَبَّيْكَ عُمْرَةً
Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umroh.
- Membaca Doa Syarat untuk Kondisi Darurat
Jika jamaah merasa khawatir akan terhalang oleh sakit atau udzur syar’i lainnya di tengah manasik, maka dianjurkan membaca:
اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَسَبْتَنِي
Artinya: Ya Allah, tempat tahallulku adalah di mana saja Engkau menahanku.
Dengan membaca ini, jika ibadah terhenti maka umrohnya tetap sah dan tidak perlu membayar denda.
- Memperbanyak Bacaan Talbiyah
Selama perjalanan menuju Makkah,perbanyaklah membaca kalimat talbiyah
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.
- Adab dan Doa Masuk Masjidil Haram
Setibanya di depan pintu Masjidil Haram, masuklah dengan mendahulukan kaki kanan baca doa masuk masjid:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Artinya: Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.
2. Thawaf

Berikut adalah rincian tata cara dan bacaan thawaf yang perlu diikuti:
- Memulai dari Hajar Aswad
Setelah memasuki area masjidil haram, segeralah menuju ke Hajar Aswad,sambil membaca Allahu akbar atau Bismillah Allahu akbar. Usap dengan tangan kanan lalu cium jika kondisi memungkinkan. Jika tidak bisa menyentuh sama sekali, cukup beri isyarat tangan. Lakukan hal ini setiap kali mengawali putaran.
- Aturan Putaran Thawaf
Thawaf dilakukan sebanyak tujuh putaran, dimulai dan berakhir di Hajar Aswad. Posisi Ka’bah harus selalu berada di sebelah kiri jamaah. Disunnahkan melakukan lari-lari kecil pada tiga putaran pertama bagi laki-laki. Sementara itu, empat putaran terakhir cukup dilakukan dengan berjalan biasa.
- Mengusap Rukun Yamani
Setiap melewati rukun yamani, jamaah disunnahkan untuk mengusapnya dengan tangan kanan. Perlu diingat bahwa tidak ada anjuran untuk mencium Rukun Yamani. Apabila kondisi berdesakan dan tidak memungkinkan untuk mengusap, jamaah tidak perlu memberikan isyarat tangan.
- Doa di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca doa sapu jagat:
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.
- Shalat Sunnah di Belakang Maqam Ibrahim
Setelah putaran ketujuh selesai, tutup kembali kedua pundak dengan kain ihram. Dan bergeraklah ke arah Maqam Ibrahim sambil membaca:
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
Artinya: Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat.
Kerjakan shalat dua rakaat, dengan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua setelah Al-Fatihah.
- Minum Air Zam-zam dan Kembali ke Hajar Aswad
Selesai shalat, disunnahkan untuk meminum air zam-zam sambil berdoa. Sebelum menuju tempat Sa’i, sempatkan kembali ke arah Hajar Aswad untuk bertakbir dan mengusapnya jika memungkinkan, atau cukup memberikan isyarat tangan sekali lagi.
3. Sa’i

Setelah meminum air zam-zam, segera menuju Bukit Shafa untuk memulai Sa’i sebanyak tujuh kali. Berikut adalah tata cara umroh dan bacaannya yang benar saat sa’i:
- Dimulai dari Bukit Shafa
Saat mendekati Bukit Shafa, jamaah disunnahkan membaca:
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
Artinya: Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.
Lalu sambung dengan ucapan:
نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
Artinya: Kami memulai dengan apa yang Allah memulai dengannya.
- Dzikir di Atas Bukit Shafa
Di bukit Shafa, menghadaplah ke arah Ka’bah dan bacalah dzikir berikut tiga kali:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Di antara pengulangan dzikir tersebut, jamaah bebas memanjatkan doa apa pun yang diinginkan secara khusyuk.
- Turun Menuju Bukit Marwah
Saat melewati dua lampu hijau di area mas’a, jamaah laki-laki disunnahkan berlari-lari kecil dengan sungguh-sungguh. Perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung sebagai satu putaran.
- Aktivitas di Bukit Marwah
Setibanya di Marwah, lakukan hal yang sama seperti di bukit Shafa. Setelah itu, kembalilah menuju Shafa untuk putaran kedua. Lakukan proses ini hingga genap tujuh kali putaran dan berakhir di Bukit Marwah.
- Bacaan Selama Perjalanan Sa’i
Sebenarnya tidak ada dzikir khusus yang wajib dibaca saat berjalan di antara dua bukit tersebut. Namun, disarankan membaca doa yang pernah dipraktikkan oleh para sahabat Nabi:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ
Artinya: Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah.
4. Tahallul

Setelah menyelesaikan putaran ketujuh di Bukit Marwah, jamaah diwajibkan melakukan tahallul. Laki-laki disunnahkan untuk mencukur seluruh rambut kepala karena memiliki keutamaan yang lebih besar. Namun, jika keberatan, boleh dengan memendekkan rambut. Bagi wanita, cukup memotong rambut sepanjang satu ruas jari.
Setelah tahallul selesai, maka berakhir pula prosesi ibadah umroh. Hal-hal yang tadinya dilarang selama ihram, kini boleh dilakukan kembali.
Baja Juga: Jangan Keliru! Ini 7 Perbedaan Umroh dan Haji
Maksimalkan Ibadah Umroh Bersama Layanan Land Arrangement dari Absher Haramain
Dengan menguasai tata cara umroh dan bacaannya yang benar, seseorang tidak akan lagi merasa bingung saat berada di Masjidil Haram. Penguasaan ilmu ini memastikan setiap rukun berjalan sesuai sunnah sehingga perjalanan umroh tidak berakhir sia-sia.
Namun sering kali, kekhusyukan jamaah terganggu karena kendala teknis seperti letak hotel jauh atau koordinasi transportasi yang kacau. Jika Anda ingin fokus sepenuhnya pada ibadah tanpa pusing urusan logistik, Layanan Land Arrangement bisa menjadi solusi praktis.
Absher Haramain hadir memberikan solusi One Stop Service untuk kebutuhan travel Anda melalui sistem yang efisien. Kami menyusun paket lengkap mencakup handling, booking hotel, visa, katering, hingga penyediaan muthawwif dalam satu manajemen.