
Melakukan ibadah umroh ke Tanah Suci bukan hanya tentang spiritualitas, tapi juga momen berbagi kebahagiaan dengan keluarga di rumah. Salah satu tradisi yang hampir selalu dilakukan jamaah adalah membawa oleh-oleh umroh khas dari Makkah dan Madinah.
Namun, banyak jamaah bingung dan bertanya oleh-oleh apa saja yang wajib dibeli, berapa harganya, dan mana yang benar-benar worth it? Artikel ini akan membahas daftar lengkap oleh-oleh umroh paling populer beserta kisaran harganya agar Anda tidak salah beli.
Baca juga: Sebelum Berangkat, Pahami 5 Rukun Umroh Berikut!
Daftar Oleh-Oleh Umroh yang Paling Banyak Dibawa Jamaah
Sebelum membeli, penting untuk memahami bahwa oleh-oleh umroh umumnya terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu makanan khas Arab, perlengkapan ibadah, serta souvenir religi. Berikut daftar lengkapnya.
1. Air Zamzam

Air zamzam merupakan oleh-oleh paling utama yang selalu dibawa jamaah karena memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Air ini berasal dari sumur zamzam di Masjidil Haram dan dipercaya memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Biasanya jamaah mendapatkan jatah resmi dari pemerintah Arab Saudi dalam kemasan khusus saat kepulangan.
Kisaran harga: Gratis (jatah resmi) / jika beli lagi sekitar 3,5 Riyal (±Rp14.000) untuk galon 5 liter
2. Berbagai Jenis Kurma

Kurma menjadi oleh-oleh favorit karena kualitasnya jauh lebih segar dibanding yang dijual di Indonesia. Jenis populer seperti Ajwa, Sukkari, Safawi, dan Medjool memiliki rasa dan tekstur yang berbeda-beda. Kurma Ajwa dikenal sebagai kurma premium dengan nilai sunnah yang tinggi. Banyak jamaah membeli dalam jumlah besar karena mudah dibagikan.
Kisaran harga: 18–150 SAR/kg (±Rp80.000–Rp600.000)
3. Kismis dan Buah Kering

Kismis, aprikot kering, dan buah tin kering menjadi alternatif oleh-oleh selain kurma yang tidak kalah populer. Produk ini biasanya dijual dalam bentuk campuran sehingga lebih variatif dan menarik. Rasanya manis alami tanpa tambahan gula berlebih sehingga cocok untuk oleh-oleh sehat. Selain itu, daya tahannya cukup lama sehingga aman dibawa pulang.
Kisaran harga: 10–40 SAR/pack atau kg (±Rp40.000–Rp180.000)
4. Kacang Arab

Kacang khas Timur Tengah seperti pistachio, almond, dan kacang mete memiliki cita rasa gurih yang khas. Banyak dijual dalam berbagai varian rasa, mulai dari original hingga berbumbu. Produk ini sering dijadikan oleh-oleh karena tampilannya premium dan cocok untuk semua kalangan. Selain itu, kacang Arab juga dikenal sebagai camilan sehat.
Kisaran harga: 20–70 SAR/pack (±Rp80.000–Rp280.000)
5. Cokelat Khas Timur Tengah

Cokelat khas Arab biasanya dikombinasikan dengan kurma atau kacang sehingga memiliki rasa unik. Kemasannya yang elegan membuatnya cocok dijadikan hadiah untuk kerabat atau rekan kerja. Produk ini banyak ditemukan di toko oleh-oleh sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Variasi rasanya pun cukup beragam dan menarik.
Kisaran harga: 15–90 SAR/box (±Rp60.000–Rp400.000)
6. Permen Arab

Permen Arab memiliki ciri khas rasa herbal dan rempah yang cukup kuat dibanding permen biasa. Produk ini sering dijadikan oleh-oleh ringan karena harganya terjangkau dan mudah dibagikan. Selain itu, beberapa jenis permen juga dipercaya membantu menyegarkan tenggorokan. Kemasan kecilnya membuatnya praktis dibawa.
Kisaran harga: 5–20 SAR/pack (±Rp20.000–Rp80.000)
7. Maamoul

Maamoul adalah kue tradisional Timur Tengah yang biasanya berisi kurma, kacang, atau pistachio. Teksturnya lembut dengan rasa manis yang khas sehingga cocok untuk oleh-oleh premium. Produk ini sering dikemas dalam kotak cantik sehingga terlihat eksklusif. Banyak jamaah memilih maamoul sebagai hadiah spesial.
Kisaran harga: 20–70 SAR/box (±Rp80.000–Rp280.000)
8. Sajadah

Sajadah dari Makkah dan Madinah memiliki motif khas yang identik dengan nuansa islami. Banyak jamaah membeli dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada keluarga dan teman. Bahannya bervariasi, mulai dari yang tipis hingga yang tebal dan empuk. Sajadah juga menjadi oleh-oleh yang fungsional untuk ibadah sehari-hari.
Kisaran harga: 10–50 SAR (±Rp40.000–Rp200.000)
9. Mukena

Mukena khas Arab biasanya dibuat dari bahan ringan dan nyaman digunakan dalam berbagai kondisi. Modelnya sederhana namun elegan sehingga banyak diminati jamaah wanita. Produk ini juga praktis dibawa karena tersedia dalam versi travel. Mukena sering dijadikan oleh-oleh untuk keluarga terdekat.
Kisaran harga: 25–90 SAR (±Rp100.000–Rp360.000)
Baca juga: Aturan Pakaian Umroh untuk Wanita
10. Peci atau Sorban

Peci dan sorban menjadi pilihan oleh-oleh untuk pria yang memiliki nilai religius. Modelnya khas Timur Tengah dengan berbagai pilihan warna dan bahan. Produk ini tidak hanya digunakan untuk ibadah, tetapi juga sebagai identitas budaya. Harganya relatif terjangkau sehingga banyak dibeli.
Kisaran harga: 8–40 SAR (±Rp32.000–Rp160.000)
11. Tasbih

Tasbih tersedia dalam berbagai bahan seperti kayu, batu alam, hingga kristal. Produk ini sering dibeli sebagai souvenir karena ukurannya kecil dan mudah dibawa. Selain itu, tasbih memiliki fungsi penting dalam ibadah sehari-hari. Variasi desainnya juga sangat beragam.
Kisaran harga: 5–40 SAR (±Rp20.000–Rp160.000)
12. Parfum Arab

Parfum Arab dikenal dengan aroma yang kuat dan tahan lama karena berbasis minyak. Produk ini biasanya tidak mengandung alkohol sehingga aman digunakan saat beribadah. Banyak pilihan aroma khas seperti oud, musk, dan amber. Kemasannya juga terlihat mewah.
Kisaran harga: 15–100 SAR (±Rp60.000–Rp400.000)
13. Siwak

Siwak adalah kayu alami yang digunakan untuk membersihkan gigi sesuai sunnah. Produk ini banyak dicari karena langsung berasal dari Timur Tengah. Selain praktis, siwak juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Ukurannya kecil sehingga mudah dibawa sebagai oleh-oleh.
Kisaran harga: 2–5 SAR (±Rp8.000–Rp20.000)
14. Henna

Henna digunakan sebagai pewarna alami untuk menghias tangan dan kuku. Produk ini cukup populer di kalangan wanita karena memberikan tampilan khas Timur Tengah. Biasanya dijual dalam bentuk pasta siap pakai. Henna juga sering dijadikan oleh-oleh unik.
Kisaran harga: 5–25 SAR (±Rp20.000–Rp100.000)
15. Gantungan Kunci Ka’bah

Gantungan kunci Ka’bah menjadi souvenir paling umum karena harganya murah dan mudah dibagikan. Desainnya identik dengan simbol-simbol Islam sehingga memiliki nilai emosional. Produk ini biasanya dibeli dalam jumlah banyak dan cocok untuk oleh-oleh massal.
Kisaran harga: 1–5 SAR (±Rp4.000–Rp20.000)
16. Madu Arab

Madu Arab, terutama dari Yaman, dikenal memiliki kualitas tinggi dan rasa yang khas. Produk ini sering dianggap sebagai oleh-oleh premium karena manfaat kesehatannya. Banyak jamaah membeli dalam ukuran kecil hingga besar. Madu juga memiliki daya simpan yang lama.
Kisaran harga: 40–150 SAR (±Rp160.000–Rp600.000)
17. Kohl (Celak Mata)

Kohl adalah eyeliner tradisional Arab yang sudah digunakan sejak zaman dahulu. Produk ini memiliki nilai sunnah dan sering digunakan untuk kesehatan mata. Bentuknya sederhana namun fungsional. Kohl menjadi oleh-oleh unik yang tidak biasa ditemukan di Indonesia.
Kisaran harga: 5–50 SAR (±Rp20.000–Rp200.000)
18. Kerudung

Kerudung khas Arab memiliki bahan ringan dengan desain sederhana namun elegan. Produk ini banyak diminati karena nyaman digunakan sehari-hari. Variasi warna dan modelnya cukup beragam. Kerudung sering dijadikan oleh-oleh praktis untuk wanita.
Kisaran harga: 10–80 SAR (±Rp40.000–Rp300.000)
Baca juga: Ini Dia Tata Cara Umroh untuk Perempuan yang Sesuai dengan Sunnah
Tingkatkan Kualitas Perjalanan Umroh Jamaah Anda
Pengalaman jamaah saat umroh tidak hanya ditentukan oleh ibadah, tetapi juga bagaimana perjalanan diatur dengan baik, termasuk waktu berbelanja oleh-oleh yang nyaman dan terorganisir. Tanpa pengelolaan yang tepat, aktivitas seperti ini justru bisa terasa melelahkan dan kurang maksimal bagi jamaah.
Absher Haramain hadir sebagai partner yang membantu travel umroh dalam menyediakan layanan handling umroh dan land arrangement secara profesional. Dengan dukungan tim berpengalaman di Makkah dan Madinah, operasional perjalanan menjadi lebih rapi sehingga travel dapat fokus memberikan pelayanan terbaik dan meningkatkan kepuasan jamaah.