Syarat Pembuatan Visa Umroh Terbaru

Syarat Pembuatan Visa Umroh

Visa umroh menjadi dokumen resmi yang wajib dimiliki setiap jamaah sebelum memasuki Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umroh. Meskipun proses pengajuannya kini dilakukan secara elektronik melalui penyelenggara perjalanan yang berwenang, setiap calon jamaah tetap harus melengkapi sejumlah persyaratan administrasi. Berikut ini syarat pembuatan visa umroh terbaru!

Baca juga: Kenapa Pengajuan Visa Umroh Ditolak? Ini Jawabannya!

Apa Saja Syarat Pembuatan Visa Umroh?

Secara umum, seluruh dokumen yang diminta bertujuan untuk memverifikasi identitas jamaah dan mendukung proses penerbitan visa oleh otoritas Arab Saudi. Beberapa persyaratan berlaku untuk semua jamaah, sedangkan sebagian lainnya hanya diperlukan pada kondisi tertentu, misalnya bagi anak-anak atau pasangan suami istri.

1. Paspor yang Masih Berlaku Minimal 6 Bulan

Syarat Pembuatan Visa Umroh

Paspor merupakan dokumen paling utama dalam pengajuan visa umroh. Tanpa paspor yang memenuhi ketentuan, proses penerbitan visa tidak dapat dilanjutkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Masa berlaku paspor minimal 6 bulan dihitung dari tanggal keberangkatan ke Arab Saudi.
  • Memiliki minimal dua halaman kosong yang saling berhadapan untuk keperluan cap keimigrasian apabila diperlukan.
  • Kondisi paspor harus baik, tidak sobek, rusak, basah, atau terdapat halaman yang terlepas.
  • Halaman identitas harus terbaca dengan jelas sehingga data dapat dipindai oleh sistem.

Selain itu, pastikan nama pada paspor sesuai dengan identitas resmi yang digunakan saat mendaftar umroh. Apabila terdapat perbedaan penulisan nama, tanggal lahir, atau nomor identitas dengan dokumen lain, penyelenggara perjalanan biasanya akan meminta klarifikasi sebelum visa diajukan.

Jika masa berlaku paspor kurang dari enam bulan, sebaiknya lakukan perpanjangan terlebih dahulu agar tidak menghambat proses pengurusan visa.

Baca juga: Kapan Masa Berlaku Paspor Habis?

2. Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Syarat Pembuatan Visa Umroh

KTP digunakan sebagai dokumen pendukung untuk memverifikasi identitas jamaah. Pada umumnya, penyelenggara perjalanan akan meminta salinan KTP yang masih berlaku dan dalam kondisi terbaca dengan jelas.

Pastikan nama, tanggal lahir, dan data lainnya sesuai dengan informasi yang tercantum pada paspor. Perbedaan data antardokumen dapat menyebabkan proses administrasi menjadi lebih lama karena perlu dilakukan pengecekan kembali.

Bagi Warga Negara Indonesia yang belum memiliki KTP elektronik karena alasan tertentu, penyelenggara perjalanan biasanya akan memberikan informasi mengenai dokumen pengganti yang dapat digunakan sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Kartu Keluarga (KK)

Kartu Keluarga umumnya diminta sebagai dokumen pendukung untuk mencocokkan data administrasi jamaah dengan identitas keluarga.

Dokumen ini juga berguna apabila terdapat jamaah yang berangkat bersama anggota keluarga, seperti pasangan suami istri atau anak. Karena itu, pastikan salinan KK yang diserahkan merupakan dokumen terbaru dan seluruh data masih terbaca dengan jelas.

Apabila terdapat perubahan data keluarga, misalnya perubahan alamat atau susunan anggota keluarga, sebaiknya gunakan KK yang telah diperbarui agar tidak terjadi perbedaan informasi.

4. Pas Foto Sesuai Ketentuan Visa

Pas foto menjadi salah satu syarat yang sering mengalami revisi karena tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Secara umum, ketentuan yang biasa diminta antara lain:

  • Ukuran foto 4 × 6 cm.
  • Latar belakang putih polos.
  • Foto merupakan hasil pemotretan terbaru sehingga mencerminkan kondisi wajah saat ini.
  • Wajah menghadap lurus ke depan dan terlihat jelas.
  • Tidak menggunakan kacamata hitam atau aksesori yang menutupi wajah.
  • File digital memiliki kualitas yang tajam dan tidak pecah karena biasanya akan diunggah ke sistem pengajuan visa.

Untuk jamaah perempuan yang mengenakan hijab, hijab diperbolehkan selama tidak menutupi bagian wajah. Sementara itu, penggunaan penutup kepala yang menutupi sebagian wajah sebaiknya dihindari agar proses verifikasi biometrik tidak mengalami kendala.

5. Formulir Pengajuan Visa Umroh

Setiap jamaah juga perlu melengkapi formulir pengajuan visa yang berisi data pribadi dan informasi perjalanan.

Formulir ini umumnya disediakan oleh biro perjalanan atau penyedia layanan yang mengurus pengajuan visa. Data yang diisi meliputi nama sesuai paspor, nomor paspor, kewarganegaraan, tanggal lahir, hingga informasi keberangkatan.

Karena data pada formulir akan disesuaikan dengan dokumen resmi lainnya, pastikan seluruh informasi telah diperiksa kembali sebelum diajukan. Kesalahan penulisan nama atau nomor paspor merupakan salah satu penyebab yang cukup sering membuat dokumen harus direvisi sebelum diproses lebih lanjut.

6. Buku Nikah untuk Pasangan Suami Istri

Syarat Pembuatan Visa Umroh

Bagi jamaah yang berangkat bersama pasangan, biro perjalanan biasanya meminta salinan buku nikah sebagai salah satu syarat pembuatan visa umroh.

Dokumen ini berfungsi sebagai bukti hubungan suami istri apabila diperlukan dalam proses verifikasi data perjalanan. Pastikan buku nikah yang diserahkan dalam kondisi baik sehingga seluruh informasi, seperti nama dan tanggal pencatatan pernikahan, dapat terbaca dengan jelas.

Tidak semua jamaah wajib melampirkan buku nikah. Persyaratan ini umumnya hanya berlaku apabila memang dibutuhkan oleh penyelenggara perjalanan atau sesuai ketentuan administrasi yang sedang berlaku.

7. Akta Kelahiran untuk Jamaah Anak

Apabila calon jamaah masih berusia di bawah 17 tahun dan belum memiliki KTP, akta kelahiran biasanya digunakan sebagai dokumen pendukung identitas.

Data pada akta kelahiran harus sesuai dengan paspor dan Kartu Keluarga. Jika terdapat perbedaan nama atau tanggal lahir, sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu agar tidak menghambat proses administrasi.

Untuk jamaah anak yang berangkat bersama orang tua atau wali, penyelenggara perjalanan juga dapat meminta dokumen pendukung lain sesuai kebutuhan.

8. Sertifikat Vaksin

Persyaratan vaksin untuk perjalanan umroh dapat berubah mengikuti kebijakan Pemerintah Arab Saudi maupun ketentuan kesehatan internasional.

Karena itu, jamaah perlu memastikan jenis vaksin atau sertifikat kesehatan yang diwajibkan pada saat akan berangkat, bukan berdasarkan informasi lama. Penyelenggara perjalanan biasanya akan memberikan informasi terbaru mengenai vaksin yang harus dipenuhi sebelum keberangkatan.

Apabila terdapat kewajiban vaksin tertentu, pastikan sertifikat yang dimiliki masih berlaku dan data identitas pada sertifikat sesuai dengan paspor.

Baca juga: Vaksin Apa Saja yang Harus Dilakukan?

9. Bukti Pemesanan Tiket Pesawat

Syarat Pembuatan Visa Umroh

Data penerbangan juga menjadi bagian dari dokumen pendukung dalam proses pengajuan visa umroh.

Umumnya, biro perjalanan telah menyiapkan jadwal penerbangan pergi dan pulang (round trip) sesuai paket umroh yang dipilih. Informasi tersebut akan disesuaikan dengan rencana perjalanan jamaah selama berada di Arab Saudi.

Pastikan nama pada tiket sama persis dengan nama yang tercantum di paspor agar tidak menimbulkan kendala saat proses check-in maupun pemeriksaan imigrasi.

10. Bukti Reservasi Hotel

Selain tiket pesawat, data reservasi hotel di Makkah dan Madinah juga biasanya menjadi bagian dari dokumen pendukung pengajuan visa.

Reservasi ini umumnya telah diatur oleh penyelenggara perjalanan sebagai bagian dari paket umroh. Informasi mengenai hotel, lama menginap, dan jadwal perpindahan jamaah akan disesuaikan dengan itinerary perjalanan.

Karena itu, jamaah biasanya tidak perlu melakukan pemesanan hotel secara mandiri apabila mengikuti paket umroh dari biro perjalanan resmi.

11. Asuransi Kesehatan Perjalanan

Dalam beberapa kondisi, visa umroh juga berkaitan dengan kepemilikan asuransi kesehatan perjalanan sesuai kebijakan yang berlaku.

Asuransi ini memberikan perlindungan selama jamaah berada di Arab Saudi, misalnya apabila memerlukan penanganan medis akibat kondisi darurat. Pada praktiknya, asuransi sering kali telah termasuk dalam paket perjalanan atau diterbitkan bersamaan dengan proses pengajuan visa melalui penyelenggara resmi.

Karena kebijakan mengenai asuransi dapat berubah, sebaiknya pastikan kembali kepada biro perjalanan mengenai cakupan perlindungan yang diperoleh.

Baca juga: Harga Visa Umroh Terbaru 2026

Percayakan Pengurusan Visa Umroh kepada Absher Haramain

Melengkapi syarat pembuatan visa umroh dengan benar akan membantu memperlancar proses administrasi sebelum keberangkatan. Mulai dari paspor, dokumen identitas, hingga data perjalanan, semuanya perlu dipastikan lengkap dan sesuai agar pengajuan visa dapat diproses tanpa kendala yang tidak perlu.

Apabila Anda merupakan agen travel umroh yang membutuhkan mitra operasional terpercaya di Arab Saudi, Absher Haramain siap membantu melalui layanan Land Arrangement dan Paket Handling Umroh secara menyeluruh. Kami telah dipercaya oleh puluhan agen travel dan membantu puluhan ribu jamaah menjalankan ibadah umroh dengan layanan yang profesional.

Didukung kantor operasional di Makkah dan Madinah, kami memiliki jaringan hotel, transportasi, mutawif, serta berbagai kebutuhan operasional umroh yang telah terbangun dengan baik. Tim kami juga siap membantu pengurusan visa umroh, sehingga proses persiapan keberangkatan menjadi lebih praktis, efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Konsultasi Gratis Di Sini!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top