
Berangkat umroh merupakan momen istimewa dalam kehidupan seorang Muslim. Selain sebagai perjalanan menuju Tanah Suci, umroh juga menjadi ibadah yang sarat makna spiritual, penuh harapan akan ampunan dan keberkahan dari Allah. Dalam ajaran Islam, dianjurkan untuk mengiringi orang yang umroh dengan doa. Berikut ini beberapa doa untuk orang berangkat umroh sesuai sunnah.
Baca juga: Doa agar Bisa Melaksanakan Umroh Secepatnya
Rangkaian Doa untuk Orang Berangkat Umroh Sesuai Sunnah
Dalam sunnah, terdapat beberapa doa yang biasa dipanjatkan ketika melepas seseorang yang akan melakukan safar. Doa-doa ini berisi permohonan kebaikan, perlindungan, serta ketakwaan selama perjalanan.Berikut beberapa doa yang bisa diamalkan ketika melepas jamaah umroh.
1. Doa Rasulullah ﷺ untuk Orang yang Akan Melakukan Safar

Doa untuk orang berangkat umroh sesuai sunnah ini ini diriwayatkan dalam hadits dan sering diamalkan oleh para sahabat ketika melepas seseorang yang akan bepergian. Inti dari doa ini adalah permohonan agar Allah menambahkan ketakwaan, mengampuni dosa, serta memudahkan segala bentuk kebaikan di mana pun orang tersebut berada.
Makna doa ini sangat luas karena tidak hanya berfokus pada keselamatan perjalanan, tetapi juga pada kualitas keimanan seseorang. Ketakwaan menjadi bekal utama dalam setiap perjalanan, termasuk umroh, karena dengan ketakwaan seseorang akan lebih mudah menjaga niat dan amalnya.
Selain itu, permohonan ampunan dalam doa ini menunjukkan bahwa perjalanan umroh seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki diri. Dengan doa ini, harapannya bukan hanya perjalanan yang lancar, tetapi juga perubahan yang lebih baik setelah kembali.
2. Doa Memohon Keselamatan dan Perlindungan

Doa ini menekankan pentingnya perlindungan Allah dalam setiap langkah perjalanan. Safar bukan hanya soal berpindah tempat, tetapi juga menghadapi berbagai kemungkinan yang tidak selalu bisa diprediksi oleh manusia.
Melalui doa ini, seorang Muslim memohon agar orang yang berangkat umroh senantiasa berada dalam penjagaan Allah, baik dari bahaya yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Perlindungan ini mencakup keselamatan fisik, kesehatan, hingga ketenangan selama menjalankan ibadah.
Selain itu, doa ini juga kembali menegaskan pentingnya ketakwaan sebagai bekal utama. Ketika seseorang memiliki ketakwaan, ia akan lebih mudah diarahkan kepada kebaikan dan dijauhkan dari hal-hal yang dapat mengganggu ibadahnya di Tanah Suci.
3. Doa Agar Dijauhkan dari Bahaya dan Keburukan

Doa untuk orang berangkat umroh sesuai sunnah ini memiliki cakupan yang lebih luas karena tidak hanya mencakup perlindungan terhadap individu, tetapi juga terhadap keluarga dan segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Ini menunjukkan bahwa seorang Muslim tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga orang-orang yang terkait dengannya.
Dalam konteks perjalanan umroh, doa ini sangat relevan karena safar sering kali melibatkan berbagai risiko yang tidak terduga. Dengan memanjatkan doa ini, seorang Muslim menyerahkan perlindungan sepenuhnya kepada Allah.
Makna lainnya adalah bentuk pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menjaga dirinya sendiri. Oleh karena itu, perlindungan terbaik adalah dengan memohon langsung kepada Allah sebagai Zat yang Maha Menjaga.
Baca juga: Persiapan Umroh yang Harus Diperhatikan
Makna dan Keutamaan Mendoakan Jamaah Umroh
Mendoakan orang yang berangkat umroh merupakan salah satu bentuk kepedulian yang diajarkan dalam Islam. Doa yang dipanjatkan tidak hanya memberikan ketenangan bagi orang yang berangkat, tetapi juga menjadi amalan yang bernilai pahala bagi yang mendoakan.
Dalam doa tersebut, terdapat harapan agar Allah menjaga agama seseorang. Ini merupakan poin penting karena tujuan utama dari umroh adalah meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Dengan doa ini, seseorang berharap agar perjalanan tersebut benar-benar membawa perubahan yang positif.
Selain itu, terdapat pula keutamaan besar dalam mendoakan sesama Muslim. Berikut penjelasannya.
- Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa malaikat akan mengaminkan doa tersebut dan mendoakan hal yang sama bagi orang yang berdoa. Artinya, ketika Anda mendoakan orang lain, Anda juga berpotensi mendapatkan doa yang serupa.
- Dari sisi sosial, mendoakan jamaah umroh juga memperkuat hubungan antar sesama Muslim. Hal ini menciptakan rasa kebersamaan dan kepedulian yang lebih dalam, terutama dalam momen ibadah yang penting seperti umroh.
Baca juga: Hal-Hal yang Dilarang saat Umroh
Adab Melepas Orang Berangkat Umroh
Agar sesuai dengan tuntunan sunnah, melepas jamaah umroh sebaiknya dilakukan dengan adab yang baik dan tidak berlebihan.
- Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah keikhlasan dalam berdoa. Doa yang tulus akan lebih bermakna dibandingkan sekadar ucapan formalitas. Oleh karena itu, memahami makna doa menjadi penting agar doa yang dipanjatkan lebih khusyuk.
- Selanjutnya adalah menjaga kesederhanaan dalam prosesi pelepasan. Islam tidak menganjurkan sikap berlebihan, sehingga cukup dengan doa dan nasihat yang baik tanpa perlu acara yang berlebihan.
- Memberikan nasihat yang bermanfaat juga termasuk bagian dari adab. Misalnya, mengingatkan untuk menjaga niat, memperbanyak ibadah, serta memanfaatkan waktu di Tanah Suci dengan sebaik mungkin.
- Selain itu, penting juga untuk menjaga suasana yang penuh kebaikan dan ketenangan. Hindari hal-hal yang dapat mengurangi kekhusyukan momen tersebut, karena tujuan utamanya adalah memberikan dukungan spiritual kepada jamaah.
Baca juga: Tata Cara Umroh yang Benar untuk Perempuan
Waktu yang Dianjurkan untuk Membaca Doa Melepas Jamaah Umroh
Dalam Islam, tidak ada ketentuan waktu khusus yang secara tegas mewajibkan kapan doa harus dibacakan. Namun, terdapat beberapa momen yang dianjurkan berdasarkan praktik safar dalam sunnah, yaitu saat perpisahan dan sebelum perjalanan dimulai.
1. Saat Berpisah dengan Jamaah yang Akan Safar

Doa dianjurkan dibaca ketika terjadi momen perpisahan antara orang yang melepas dan yang akan berangkat. Dalam beberapa riwayat, para sahabat saling mendoakan ketika hendak berpisah untuk perjalanan jauh.
Momen ini menjadi waktu paling utama karena doa diucapkan secara langsung, penuh keikhlasan, dan sesuai dengan praktik yang dicontohkan dalam sunnah.
2. Menjelang Dimulainya Perjalanan

Selain saat perpisahan, doa juga boleh dipanjatkan ketika jamaah sudah bersiap memulai perjalanan. Ini termasuk sebelum keberangkatan dari rumah atau titik awal perjalanan. Intinya bukan pada lokasi atau seremoni tertentu, tetapi pada kondisi bahwa seseorang benar-benar akan memulai safarnya menuju Tanah Suci.
3. Setelah Jamaah Berangkat (Sebagai Doa Lanjutan)

Islam tidak membatasi doa hanya pada saat perpisahan saja. Setelah jamaah berangkat, Anda tetap dianjurkan untuk terus mendoakan keselamatan dan kelancaran ibadah mereka. Doa yang dipanjatkan secara konsisten justru menjadi bentuk perhatian dan dukungan spiritual yang berkelanjutan.
4. Kapan Saja Selama Perjalanan Berlangsung

Pada dasarnya, doa untuk kebaikan seorang Muslim bisa dipanjatkan kapan saja tanpa batasan waktu tertentu. Selama jamaah masih dalam perjalanan atau menjalankan ibadah umroh, doa tetap relevan untuk dipanjatkan.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam Islam, doa tidak terikat oleh waktu tertentu, melainkan oleh keikhlasan dan harapan kepada Allah.
Baca juga: Oleh-Oleh yang Wajib Dibeli saat di Tanah Suci
Menjaga Kekhusyukan Ibadah Umroh Sejak Awal Perjalanan
Mendoakan orang yang berangkat umroh sesuai sunnah merupakan amalan sederhana yang penuh makna. Doa yang dipanjatkan tidak hanya menjadi harapan akan keselamatan, tetapi juga bentuk kepedulian agar ibadah yang dijalankan berlangsung dengan lancar dan penuh keberkahan.
Di sisi lain, kekhusyukan ibadah juga dipengaruhi oleh kesiapan perjalanan secara menyeluruh. Ketika aspek teknis seperti kedatangan, mobilitas, dan koordinasi selama di Tanah Suci dapat dikelola dengan baik, jamaah akan lebih leluasa untuk fokus beribadah tanpa terganggu hal-hal yang bersifat operasional.
Melalui layanan land arrangement dan paket handling umroh, Absher Haramain membantu memastikan setiap tahapan perjalanan berjalan lebih tertata dan nyaman. Dengan pendampingan yang tepat, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang sehingga pengalaman umroh menjadi lebih maksimal dan bermakna.