![]()
Absherharamain.id – Mayoritas orang mengira bahwa untuk bisa umroh ataupun haji haruslah memiliki banyak uang. Namun realitanya, banyak orang yang secara finansial cukup namun belum bisa berangkat ke Tanah Suci baik karena jadwalnya yang padat ataupun hal teknis lainnya. Disisi lain, ada marbot masjid yang tidak memiliki banyak uang namun bisa menginjakkan kakinya ke Tanah Suci melalui wasilah amalan agar bisa umroh dan haji.
Undangan dari pemilik Baitullah-lah yang menjadi jaminan utama bagi setiap hamba untuk bisa menginjakkan kaki di sana. Tanpa izin dan ridha-Nya, tumpukan uang tidak akan mampu membeli tiket keberangkatan menuju Mekkah. Oleh karena itu, simak penjelasan lengkap mengenai amalan agar bisa umroh dan haji yang menjadi wasilah menjemput ridha-Nya berikut ini.
Baca Juga: Doa Agar Bisa Berangkat Haji dan Umroh Secepatnya!
Amalan Agar Bisa Umroh dan Haji Secepatnya
Kesempatan berangkat ke tanah suci bisa datang kapan saja melalui jalan yang tidak disangka sebelumnya. Rutin mengerjakan amalan agar bisa umroh bisa menjadi wasilah sekaligus bukti keseriusan seorang hamba dalam mengejar impian ke Baitullah. Simak beberapa amalan berikut ini:
1. Shalat 5 Waktu Berjamaah dan Dhuha di Masjid

Amalan agar bisa umroh dan haji yang pertama adalah konsisten melaksanakan shalat lima waktu berjamaah dan shalat dhuha di masjid. Hal ini didasarkan pada hadis berikut, bahwasannya Rasulullah Saw. bersabda
مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ، وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لَا يَنْصِبُهُ إِلَّا إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ
Siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk menunaikan shalat fardhu akan diberikan pahala ibadah haji. Sementara orang yang keluar rumah untuk mengerjakan shalat dhuha dan tidak ada tujuan lain selain itu, maka akan diberikan pahala umrah. (HR. Abu Daud, No. 558).
Setiap langkah kaki menuju masjid akan dihitung sebagai penghapus dosa. Kebiasaan ini sebagai upaya melatih fisik sebelum nantinya beribadah di Tanah Suci. Menjaga rutinitas tersebut secara istiqomah menjadi bukti keseriusan hamba dalam menjemput ridha Allah.
2. Berdzikir dan Shalat Isyraq

Amalan agar bisa umroh dan haji yang kedua adalah melakukan dzikir setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit. Aktivitas ini dilanjutkan dengan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat saat posisi matahari sudah setinggi tombak atau yang biasa dikenal dengan shalat isyraq. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah Saw. berikut ini
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
Barangsiapa shalat Shubuh berjamaah kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, maka baginya pahala haji dan umroh yang sempurna, sempurna, sempurna. (HR. Tirmidzi, No. 586).
Menjaga amalan ini secara rutin melatih kesabaran untuk beri’tikaf di dalam masjid. Durasi menunggu waktu syuruq juga menjadi latihan untuk menghadapi padatnya jadwal ibadah saat di Mekkah nanti. Upaya ini dilakukan sebagai bukti keseriusan seorang hamba untuk mendapatkan undangan dari-Nya.
3. Berbakti Kepada Orang Tua

Amalan agar bisa umroh dan haji yang ketiga adalah berbakti kepada orang tua. Ridha Allah ada pada ridha orang tua, murka Allah ada pada murka orang tua. Maka untuk mendapatkan ridha Allah maka kejar dulu ridha orang tua. Tidak sedikit cerita jamaah yang menyatakan bahwa mereka mendapatkan kesempatan ke Tanah Suci setelah fokus berbakti dan memuliakan orang tua.
Berikut adalah landasan yang menyamakan kedudukan bakti orang tua dengan pahala ibadah tersebut:
أَتَى رَجُلٌ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: إِنِّي أَشْتَهِي الْجِهَادَ، وَلَا أَقْدِرُ عَلَيْهِ، قَالَ: هَلْ بَقِيَ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ؟ قَالَ: أُمِّي، قَالَ: فَأَبْلِ اللَّهَ فِي بِرِّهَا، فَإِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَأَنْتَ حَاجٌّ وَمُعْتَمِرٌ وَمُجَاهِدٌ
Seseorang mendatangi Rasulullah dan berkata: Aku ingin berjihad namun tidak mampu. Beliau bertanya: Apakah orang tuamu masih hidup? Ia menjawab: Ibuku. Beliau bersabda: Baktikan dirimu kepada Allah melalui baktimu kepadanya. Jika engkau melakukannya, maka engkau adalah orang yang berhaji, berumroh, dan berjihad. (HR. Abu Ya’la dan At-Thabrani, No. 2912).
Keridhaan orang tua menjadi kunci pembuka bagi setiap hamba dalam meraih kemudahan urusan dunia maupun akhirat.
4. Membaca Tasbih, Tahmid, dan Tahlil Selesai Shalat Fardhu

Membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebanyak 33 kali merupakan amalan agar bisa umroh bagi yang memiliki keterbatasan harta. Ibadah ini menjadi cara mengejar pahala orang kaya yang mampu berangkat haji dan bersedekah dengan hartanya. Hal tersebut merujuk pada hadis Rasulullah saat menjawab keluhan orang fakir mengenai ketertinggalan pahala mereka.
أَفَلَا أُعَلِّمُكُمْ شَيْئًا تُدْرِكُونَ بِهِ مَنْ سَبَقَكُمْ وَتَسْبِقُونَ بِهِ مَنْ بَعْدَكُمْ وَلَا يَكُونُ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِنْكُمْ إِلَّا مَنْ صَنَعَ مِثْلَ مَا صَنَعْتُمْ تُسَبِّحُونَ وَتَحْمِدُونَ وَتُكَبِّرُونَ خَلْفَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ مَرَّةً
Maukah aku ajarkan sesuatu yang membuat kalian mengejar pahala orang yang mendahului kalian dan melampaui orang setelah kalian? Bacalah tasbih, tahmid, dan takbir setelah shalat masing-masing 33 kali. (HR. Bukhari, No. 843).
Rutin mengamalkan zikir ini setelah shalat fardhu dapat menyamai pahala ibadah haji dan umroh. Kebiasaan tersebut melatih fokus seorang hamba untuk terus mengingat Allah di setiap waktu.
5. Menghadiri Majelis Ilmu di Masjid

Amalan agar bisa umroh dan haji yang terakhir adalah menghadiri kajian ilmu di masjid secara rutin. Kegiatan ini menjadi sarana bagi seorang muslim untuk memperdalam ilmu agama secara langsung dari para ulama. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah Saw.
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّ حِجَّتُهُ
Barangsiapa berangkat ke masjid hanya untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang haji dengan sempurna hajinya. (HR. Thabrani, No. 7473).
Kegiatan ini dapat membantu calon jamaah dalam mempersiapkan bekal ilmu sebelum pergi ke Tanah Suci. Konsisten menghadiri majelis ilmu dapat menjadi bukti kesungguhan dari usaha seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Baca Juga: 6 Persiapan Umroh Pertama Kali! Penting Jangan Sampai Terlewat!
Persiapkan Perjalanan ke Tanah Suci Bersama Absher Haramain
Semua amalan agar bisa umroh dan haji di atas mulai dari shalat berjamaah di masjid, shalat isyraq, berbakti pada orang tua, membaca kalimat thayyibah, hingga rutin menghadiri kajian ilmu merupakan wasilah pemantasan diri agar mendapatkan undangan dari-Nya. Seluruh rutinitas tersebut menjadi bentuk ikhtiar nyata bagi seorang muslim dalam mengupayakan keberangkatan menuju Tanah Suci.
Persiapan spiritual yang matang memerlukan dukungan teknis yang terorganisir agar fokus ibadah di tanah suci tidak terganggu. Jika ingin memastikan seluruh kebutuhan akomodasi terpenuhi dengan efisien, Layanan Land Arrangement dari Absher Haramain menyediakan solusi one stop service untuk operasional travel Anda.
Kami mengelola paket lengkap mulai dari pengurusan visa, booking hotel, transportasi, katering, hingga penyediaan muthawwif dalam satu sistem yang terintegrasi.