Umroh Pakai Sepatu atau Sandal? Ini Jawaban yang Benar

Umroh Pakai Sepatu atau Sandal

Pernah bertanya-tanya, umroh pakai sepatu atau sandal sebenarnya lebih dianjurkan yang mana? Pertanyaan ini sangat sering muncul, terutama dari calon jamaah yang baru pertama kali berangkat ke Tanah Suci. Tidak sedikit yang khawatir salah memilih alas kaki karena takut memengaruhi keabsahan ibadah atau merasa tidak nyaman selama menjalankan rangkaian umroh.

Jawabannya adalah keduanya boleh digunakan, tetapi ada ketentuan dan waktu penggunaannya masing-masing. Bagi jamaah laki-laki, terdapat aturan berpakaian ketika sedang berihram yang perlu diperhatikan, termasuk mengenai alas kaki. Sementara itu, bagi jamaah perempuan, pilihannya relatif lebih fleksibel selama tetap memenuhi ketentuan syariat.

Supaya Anda tidak salah menyiapkan perlengkapan sebelum berangkat, berikut penjelasan lengkap mengenai penggunaan sepatu dan sandal saat umroh beserta tips memilih alas kaki yang nyaman.

Umroh Pakai Sepatu atau Sandal? Ini Jawaban Sesuai Kondisi Ibadah

Secara umum, tidak ada kewajiban bahwa jamaah umroh harus selalu memakai sepatu ataupun selalu memakai sandal. Pemilihannya bergantung pada aktivitas yang sedang dilakukan serta kondisi jamaah.

Ketika berada di luar rangkaian ihram, baik sepatu maupun sandal sama-sama boleh digunakan. Banyak jamaah memilih sepatu olahraga karena lebih nyaman dipakai berjalan jauh dari hotel menuju masjid. Sepatu juga membantu melindungi telapak kaki dari permukaan jalan yang panas, terutama saat suhu di Makkah dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius pada musim tertentu.

Sebaliknya, sandal menjadi pilihan favorit karena lebih praktis dilepas saat memasuki area masjid dan memberikan sirkulasi udara yang lebih baik. Selain itu, sandal lebih ringan sehingga kaki tidak cepat lelah ketika digunakan dalam waktu lama.

Namun, saat memasuki kondisi ihram, sa’i, thawaf, maupun rangkaian umroh lain, khususnya bagi jamaah laki-laki, terdapat ketentuan yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, penting memahami kapan sebaiknya menggunakan sandal dan kapan sepatu menjadi pilihan yang lebih tepat.

Baca juga: Perlengkapan Umroh yang Wajib Dibawa Jamaah Perempuan

Kapan Sebaiknya Memakai Sandal dan Kapan Menggunakan Sepatu?

Setelah mengetahui jawaban dari pertanyaan umroh pakai sepatu atau sandal, mengetahui waktu paling tepat untuk menggunakannya adalah hal penting. Memiliki kedua jenis alas kaki merupakan pilihan yang paling ideal. Dengan begitu, Anda dapat menyesuaikannya dengan aktivitas selama berada di Tanah Suci.

1. Saat Memasuki Ihram

Umroh Pakai Sepatu atau Sandal

Ketika mengambil miqat dan memasuki ihram, jamaah laki-laki perlu memperhatikan ketentuan pakaian ihram, termasuk alas kaki yang digunakan, karena wajib memakai sandal untuk jamaah laki-laki, sehingga tidak menutupi punggung kaki.

Sandal yang digunakan sebaiknya memiliki tali yang kuat, tidak licin, dan nyaman dipakai berjalan cukup jauh. Hindari sandal yang terlalu tipis karena dapat membuat telapak kaki cepat pegal ketika menjalankan thawaf maupun sa’i. 

Bagi jamaah perempuan, penggunaan alas kaki lebih fleksibel. Sandal maupun sepatu dapat digunakan selama tetap sopan, nyaman, dan tidak menyulitkan ketika beribadah.

2. Saat Menuju Masjid

Umroh Pakai Sepatu atau Sandal

Apabila hotel berada cukup jauh dari Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, sepatu sering kali menjadi pilihan yang lebih nyaman.

Sepatu mampu menopang telapak kaki dengan lebih baik sehingga mengurangi rasa pegal akibat berjalan dalam waktu lama. Selain itu, permukaan jalan di sekitar masjid dapat terasa sangat panas pada siang hari sehingga sepatu memberikan perlindungan tambahan.

Banyak jamaah juga menggunakan sepatu saat berangkat dari hotel, kemudian menggantinya dengan sandal apabila diperlukan sesuai kondisi ibadah yang sedang dijalankan.

Namun perlu diperhatikan, untuk rangkaian kegiatan yang masih termasuk dalam inti umroh, jamaah laki-laki wajib memakai sandal.

3. Saat Thawaf dan Sa’i

Selama alas kaki yang digunakan sesuai dengan ketentuan syariat dan tidak mengganggu pelaksanaan ibadah, jamaah perempuan dapat menggunakan sandal maupun alas kaki yang diperbolehkan.

Lain halnya dengan jamaah laki-laki yang wajib memakai sandal saat thawaf dan sa’i. Yang jauh lebih penting adalah memastikan alas kaki tidak licin, tidak mudah terlepas, dan membuat langkah tetap stabil mengingat area thawaf maupun lintasan sa’i dipenuhi ribuan jamaah dari berbagai negara.

Baca juga: Tata Cara Sa’i yang Benar

4. Saat Ziarah dan Aktivitas Harian

Ketika mengikuti city tour, ziarah ke tempat-tempat bersejarah, atau beraktivitas di luar masjid, sepatu olahraga ringan biasanya menjadi pilihan terbaik.

Aktivitas tersebut umumnya melibatkan perjalanan menggunakan bus yang diselingi berjalan kaki di area terbuka. Sepatu memberikan perlindungan lebih baik terhadap panas, debu, maupun permukaan jalan yang tidak rata.

Baca juga: Larangan-Larangan Umroh yang Wajib Dipahami!

Tips Memilih Alas Kaki agar Nyaman Selama Umroh

Memilih alas kaki tidak cukup hanya melihat model atau mereknya. Yang terpenting adalah kenyamanan saat digunakan selama berjam-jam setiap hari.

  1. Gunakan Alas Kaki Lama (Sudah Dipakai): Hindari membeli sandal/sepatu baru mendadak agar kaki tidak lecet akibat bahan yang masih kaku.
  2. Pilih Sol Empuk dan Antislip: Pastikan bantalan nyaman untuk jalan jauh dan bagian bawahnya tidak licin di atas lantai marmer masjid.
  3. Pastikan Ukuran Pas: Jangan terlalu sempit atau longgar, dan beri sedikit ruang di ujung jari untuk antisipasi kaki yang membesar saat lelah.
  4. Cari yang Ringan dan Mudah Dilepas: Pilih model yang praktis agar tidak repot dan memperlambat mobilitas saat keluar-masuk masjid.
  5. Bawa Alas Kaki Cadangan: Siapkan cadangan untuk mengantisipasi jika sandal utama putus, hilang, atau tertukar di area ibadah.

Baca juga: Cara Mencapai Ibadah Umroh Mabrur

Persiapan Umroh yang Nyaman Tidak Hanya Soal Alas Kaki

Kenyamanan umroh tidak hanya ditentukan oleh pemahaman atas pertanyaan umroh pakai sepatu atau sandal, bahkan perlengkapan pribadi seperti pakaian ihram atau alas kaki yang tepat. Banyak kendala tak terduga justru sering muncul akibat faktor operasional di lapangan, seperti keterlambatan penjemputan bandara hingga buruknya koordinasi pihak hotel.

Bagi travel umroh, kelancaran operasional di Arab Saudi menjadi kunci utama untuk menjaga kepuasan jamaah. Sementara bagi jamaah mandiri, kehadiran tim lokal yang sigap sangat membantu agar perjalanan tetap aman, terarah, dan minim hambatan.

Itulah mengapa layanan land arrangement dan handling umroh menjadi kebutuhan yang sangat krusial, bukan sekadar pelengkap. Layanan profesional ini memastikan seluruh rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah berjalan lancar sejak jamaah tiba.

Baca juga: Vaksin Wajib untuk Jamaah Umroh

Percayakan Land Arrangement dan Handling Umroh kepada Absher Haramain

Bagi pengelola travel umroh maupun jamaah mandiri yang membutuhkan partner operasional tepercaya di Arab Saudi, Absher Haramain siap menjadi mitra yang dapat diandalkan. Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian perjalanan ibadah berjalan lancar tanpa kendala.

Kami menyediakan layanan land arrangement dan paket handling umroh komprehensif yang dikelola langsung oleh tim berpengalaman. Seluruh proses operasional jamaah akan dikawal secara profesional, mulai dari awal kedatangan hingga kepulangan ke tanah air.

Layanan unggulan kami meliputi penjemputan bandara, pengaturan transportasi lokal, koordinasi akomodasi hotel, hingga pendampingan penuh di lapangan. Dengan begitu, pihak travel tidak perlu lagi direpotkan oleh urusan teknis yang rumit di Makkah dan Madinah.

Absher Haramain kini telah dipercaya oleh lebih dari 20 mitra travel aktif serta sukses melayani puluhan ribu jamaah. Didukung kantor operasional resmi di Arab Saudi, kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang responsif demi ibadah yang khusyuk.

Konsultasi Gratis Di Sini!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top